
BOGORTODAY.COM – Untuk menjawab tingginya permintaan layanan pengujian laboratorium dari sektor industri, PT Saraswanti Indo Genetech (SIG) akan membangun gedung kantor laboratorium ketiga di Kota Bogor. Gedung bertajuk SIG Tower ini rencananya didirikan di Jalan Perdana Raya Budi Agung, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal.
SIG Tower akan dibangun di atas lahan seluas 4.940 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 46.445 meter persegi yang terdiri atas 18 lantai. Fasilitas yang direncanakan meliputi laboratorium berstandar internasional, innovation hub, ruang pelatihan, pusat data, serta area kolaboratif untuk industri dan akademisi.
Pimpinan proyek SIG, Dwi Yulianto Laksono, menjelaskan bahwa saat ini PT SIG sudah memiliki dua laboratorium di Kota Bogor, yakni di Jalan Rasamala No. 20 dan No. 46, Taman Yasmin, Kelurahan Curug Mekar, Bogor Barat. Selain itu, SIG juga memiliki laboratorium di Semarang dan Surabaya.
“Pembangunan gedung ketiga ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan layanan uji laboratorium dari sektor industri, sekaligus mendukung para peneliti akademik dalam memenuhi regulasi mutu dan keamanan produk,” jelas Dwi, Senin (23/6/2025).
Dwi menambahkan, SIG Tower telah mengantongi sejumlah perizinan penting, antara lain, izin Ketinggian Bangunan (KKOP) dari Lanud Atang Sendjaja (tinggi maksimal 70 meter) tertanggal 18 Januari 2024.
Persetujuan Pemanfaatan Ruang Berusaha (OSS) dari DPMPTSP Kota Bogor, tertanggal 22 Maret 2024.
AMDAL dari Dinas Lingkungan Hidup pada 27 Maret 2025.
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari DPMPTSP dan Dinas PUPR Kota Bogor pada 19 Juni 2025.
PT SIG sendiri adalah perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berdiri sejak tahun 2001 di Kota Bogor, bergerak di bidang jasa pengujian laboratorium (KBLI 71202). SIG juga tercatat sebagai laboratorium pertama di Indonesia yang terakreditasi ISO/IEC 17025 untuk ruang lingkup Genetically Modified Organism (GMO) oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
“SIG Tower dirancang sebagai pusat unggulan untuk pengujian laboratorium, riset ilmiah, pelatihan SDM, dan kolaborasi lintas sektor, guna mendukung sektor pangan, lingkungan, kesehatan, farmasi, dan ketahanan hayati,” jelas Dwi.
Dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, SIG juga menggagas program pelatihan bagi pemuda dan warga sekitar untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal agar bisa terlibat langsung dalam sektor industri laboratorium dan teknologi.
Tak hanya itu, SIG juga berkomitmen menjalankan program CSR melalui bantuan sarana prasarana seperti posyandu, tempat ibadah, fasilitas umum, pengelolaan drainase, hingga pembangunan gapura.
“Melalui pembangunan SIG Tower, kami juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, baik saat masa konstruksi maupun operasional. Ini bentuk nyata dari pemberdayaan ekonomi lokal,” ujarnya.
Dwi menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa SIG Tower akan menjadi simbol kontribusi nyata dalam pengembangan sains dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pembangunan berkelanjutan harus membawa manfaat ganda: kemajuan teknologi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















