
Menurutnya, ulama memiliki dua tanggung jawab utama, yaitu niizak rabbani (kesepakatan dengan Allah) dan niizak waqtani (kesepakatan kebangsaan dan kenegaraan).
“Oleh karena itu, seorang ulama tidak hanya dituntut untuk memahami ilmu-ilmu agama secara tekstual, tetapi juga harus mampu membaca dan merespons berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang tengah dihadapi umat dan bangsa,” kata KH.Ma’ruf Amin.
KH.Ma’ruf amin menuturkan, MUI Kabupaten Bogor telah menunjukkan peran signifikan dalam membina ulama agar tidak hanya piawai dalam membaca kitab, tetapi juga memahami konteks zaman.
Ia menilai, kerjasama antara Pemkab Bogor dan MUI Kabupaten Bogor berjalan harmonis, mencerminkan sinergi yang baik antara ulama dan umara.
“Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang kepala daerahnya mampu menjalin kerjasama yang sangat baik dengan majelis ulama. Ini menjadi contoh sinergi konstruktif antara pemerintah dan ulama,” tuturnya. (*/ Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















