KDM DAN MENDIKDASMEN TAK SEJALAN SOAL PR BAGI MURID

Dan inilah alasan penulis mengapa setuju dengan kebijakan larangan pemberian PR bagi murid.

Hampir sebagian besar peserta didik setuju dengan kebijakan KDM ini, alasannya karena pelajar sudah capai belajar dari pagi sampai sore, belum ada juga yang ikut kegiatan ekstrakurikuler, Pramuka, Paskibraka, PMR, basket, futsal, sepak bola, bimbingan belajar, kegiatan OSIS dan lain-lain.

Sebagian besar guru juga sama dengan peserta didik, yaitu setuju tidak adanya PR bagi peserta didik. Guru bisa menyiasati tanpa adanya PR, yaitu dengan membuat siswa aktif selama Proses Belajar Mengajar (PBM).

BACA JUGA :  Jangan Sepelekan Handuk Wajah: Panduan Higienis Demi Kulit Glowing Bebas Iritasi

Penulis sebagai guru berpendapat selama peserta didik sudah aktif saat PBM itu sudah cukup untuk menggantikan PR yang ada selama ini. Di beberapa sekolah memang sudah tidak ada pemberian PR lagi.

BACA JUGA :  Beasiswa Kemenpora-LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Atlet dan Pelaku Olahraga Berpeluang Kuliah S2-S3 Gratis

Apalagi sekarang kita memakai pembelajaran deep learning. Pembelajaran deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran, bukan hanya hafalan.

Ini melibatkan pemikiran kritis, keterlibatan aktif siswa, dan penerapan konsep dalam dunia nyata, bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih bermakna dan berkelanjutan. Jayalah Jabarku. ***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================