
“Perjuangan saya selama empat bulan hingga menjadi finalis Papua Pegunungan harus digantikan hanya karena perbedaan pendapat publik,” tambahnya.
Sementara itu, reaksi warganet terhadap pencoretan Merince didominasi dukungan terhadap keputusan panitia. Banyak yang menilai bahwa seorang finalis Miss Indonesia seharusnya memiliki empati tinggi dan pemahaman luas terhadap isu kemanusiaan, termasuk konflik yang terjadi di Palestina.
Beragam komentar netizen muncul, mulai dari mempertanyakan sikap Merince, hingga menekankan pentingnya sensitivitas terhadap penderitaan masyarakat yang tertindas. Sebagian warganet menilai tindakan Merince tidak sejalan dengan nilai-nilai Miss Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan kemanusiaan.(mg2)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















