
Keretakan hubungan Perry dan Bloom disebut-sebut mulai terlihat sejak 10 Juni 2025, seiring tekanan dari karier musik Perry yang meredup.
Album terbarunya, 143, menerima sambutan dingin dari penggemar dan kritikus, dan tiket konser tur dunia yang digagas untuk mempromosikan album itu juga tak pernah benar-benar laris.
Kondisi itu dilaporkan membuat Katy mengalami tekanan emosional yang kemudian ikut berdampak pada hubungan pribadinya.
“Itu sudah berakhir. Mereka menunggu sampai tur selesai sebelum benar-benar berpisah,” ungkap seorang sumber kepada Page Six.
Duka di Tengah Sorak Sorai
Meski konser di Adelaide berlangsung meriah dan penuh sorak sorai dari para penggemar setia, aura duka tak bisa disembunyikan dari wajah Perry.
Tangisnya di atas panggung menjadi simbol kepedihan pribadi yang harus ia simpan sepanjang rangkaian tur di Australia, yang berlangsung sejak 4 Juni hingga 30 Juni 2025.
Meski menghadapi tekanan mental dan kehilangan, Katy Perry tetap tampil profesional dan memberikan penampilan penuh energi hingga lagu terakhir.
Kini dengan tur yang telah usai, penggemar hanya bisa berharap Katy Perry menemukan kembali ketenangan dan fokus untuk menata langkah baru, baik sebagai seorang artis maupun ibu. Perpisahannya dengan Orlando Bloom menjadi momen pahit, namun juga mungkin menjadi awal baru bagi keduanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















