
Mereka menggunakan dua speedboat dan berangkat sekitar pukul 11.00 WIT. Dalam perjalanan pulang, salah satu kapal mengalami kecelakaan dan terbalik akibat cuaca buruk.
Lima mahasiswa UGM dan lima warga lokal berhasil diselamatkan. Namun, satu mahasiswa tewas dan satu lagi belum ditemukan hingga laporan ini dibuat.
Upaya Penanganan dan Pencarian
Rustamadji menegaskan bahwa pihak UGM terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, serta Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) di wilayah tersebut untuk proses pencarian korban dan penanganan darurat lainnya.
“Kami berupaya maksimal dalam pencarian korban yang belum ditemukan. UGM juga memberikan pendampingan psikologis dan logistik kepada mahasiswa yang terdampak,” tambahnya.
UGM menyatakan akan memfasilitasi proses pemulangan jenazah Septian ke daerah asalnya dengan pendampingan langsung dari pihak universitas.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi seluruh civitas akademika UGM dan menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko dalam program pengabdian masyarakat di wilayah rawan bencana alam.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














