BOGORTODAY.COM – Sebanyak 226 rumah dan 926 jiwa terdampak banjir yang melanda Kampung Panjang, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Kamis (3/7/2025) malam. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, banjir mulai merendam pemukiman warga sekitar pukul 18.20 WIB, dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
“Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, di RW 09 ada 83 KK atau 332 jiwa, RW 05 ada 35 KK atau 155 jiwa, RW 16 ada 85 KK atau 347 jiwa, dan RW 20 ada 23 KK atau 92 jiwa,” ujar Adam dalam keterangannya, Jumat (4/7).
Penyebab Banjir: Luapan Kali Pelayangan
Adam menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, yang kemudian menyebabkan Kali Pelayangan meluap ke wilayah permukiman warga.
“Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi yang cukup lama dan meluapnya aliran Kali Pelayangan, sehingga mengakibatkan banjir dengan ketinggian kurang lebih 60 cm,” jelasnya.
Tidak Ada Korban Jiwa, Banjir Mulai Surut
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, banjir sempat membuat aktivitas warga terganggu, terutama pada malam hari saat air mulai memasuki rumah-rumah.
Saat ini, air dilaporkan sudah mulai surut secara perlahan di sebagian besar rumah warga. Meski demikian, BPBD mengingatkan perlunya penanganan jangka panjang untuk mencegah banjir serupa terulang kembali, mengingat wilayah tersebut rawan tergenang saat hujan deras.
“Tidak ada kerusakan pada rumah yang terdampak banjir, namun perlu penanganan lebih lanjut dari dinas terkait, karena di lokasi tersebut sering terjadi banjir bila hujan dengan durasi lama kembali,” tutup Adam.
Antisipasi dan Imbauan
BPBD Kabupaten Bogor bersama pemerintah desa setempat mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Terlebih saat musim hujan masih berlangsung, masyarakat diminta membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
Pemerintah daerah juga diminta untuk segera mengidentifikasi titik rawan dan memperkuat sistem drainase, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Kampung Panjang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















