
Tentara Israel membenarkan bahwa pihaknya berada di balik serangan tersebut. Mereka mengklaim bahwa target adalah seorang teroris yang bekerja atas nama Pasukan Quds Iran, unit operasi luar negeri dari Garda Revolusi Iran.
“Kami telah melenyapkan seorang teroris yang bertanggung jawab atas penyelundupan senjata dan melancarkan serangan teror terhadap warga sipil Israel dan pasukan kami, atas nama Pasukan Quds Iran,” demikian pernyataan resmi dari militer Israel.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai identitas korban maupun kaitannya dengan Pasukan Quds atau kelompok Hizbullah yang beroperasi di Lebanon.
Eskalasi Baru di Tengah Gencatan Senjata
Serangan ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian insiden yang terjadi meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak November lalu, yang bertujuan mengakhiri permusuhan selama lebih dari satu tahun antara Israel dan Hizbullah, kelompok militan Syiah Lebanon yang mendapat dukungan dari Iran.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi baru konflik di kawasan Timur Tengah, terutama antara Israel, Lebanon, dan pihak-pihak proksi Iran.
Pemerintah Lebanon dan berbagai pihak internasional saat ini masih memantau perkembangan, sementara ketegangan antara kedua negara tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














