Waspada Musim Hujan: Tips Aman Konsumsi Daging dan Jaga Kesehatan Tubuh

Waspada Musim Hujan: Tips Aman Konsumsi Daging dan Jaga Kesehatan Tubuh

BOGORTODAY.COM Musim hujan membawa udara yang lembab dan suhu yang cenderung rendah, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme. Kondisi ini membuat pengolahan makanan, terutama daging, perlu diperhatikan secara lebih serius.

Jika tidak ditangani dengan benar, daging bisa menjadi media penyebaran penyakit seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria.

Dikutip dari Times of India dan jurnal ilmiah Food Safety Measures for Monsoon karya Dr R S Khillare dan Dr A D Chilkhalikar, berikut adalah langkah-langkah aman dalam mengonsumsi daging selama musim hujan serta tips menjaga kesehatan tubuh secara umum.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Minta Semua Pihak Jaga Kawasan Gunung Salak

Cara Aman Konsumsi Daging di Musim Hujan

  1. Masak Daging hingga Matang Sempurna

Masak daging secara menyeluruh dan perlahan agar aman dikonsumsi. USDA menganjurkan daging merah seperti sapi dan domba dimasak hingga mencapai suhu internal minimal 62,7°C.

Diamkan daging selama tiga menit sebelum dipotong atau disajikan untuk memastikan semua bakteri mati.

Konsumsi daging sebaiknya dilakukan dalam kondisi segar. Hindari menyimpan makanan terlalu lama di suhu ruang karena kelembaban musim hujan mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika ada sisa makanan, simpan segera dalam kulkas dengan wadah tertutup rapat.

  1. Jaga Kebersihan dan Penataan Kulkas
BACA JUGA :  Seberapa Sering Tubuh Perlu Terhidrasi? Ini Penjelasan Dokter

Pastikan daging mentah disimpan secara terpisah dari makanan siap saji di dalam kulkas untuk mencegah kontaminasi silang. Gunakan kompartemen berbeda agar udara bersirkulasi dengan baik.

Bersihkan kulkas secara rutin. Sisa makanan dan tetesan cairan bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Untuk sisa makanan berbasis santan, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 24 jam dan hanya dipanaskan sekali.

Pemanasan berulang dapat menurunkan kualitas nutrisi dan meningkatkan risiko pembentukan senyawa jenuh yang tidak sehat.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================