BOGORTODAY.COM – Makanan lezat yang kita nikmati setiap hari ternyata tidak selamanya akan tersedia dengan mudah.
Beberapa jenis makanan favorit dunia kini menghadapi ancaman kelangkaan—bahkan kepunahan—karena perubahan iklim, eksploitasi sumber daya alam, dan penurunan keanekaragaman hayati.
Inilah daftar lima makanan populer yang tengah berada di ujung tanduk:
- Beras
Sebagai makanan pokok miliaran orang di Asia dan belahan dunia lainnya, beras menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Namun, perubahan iklim mulai mengancam produksinya.
Laporan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) tahun 2016 menyebutkan bahwa kenaikan permukaan laut dan kekeringan ekstrem mengganggu hasil panen di delta sungai utama, seperti di Asia Tenggara.
Kondisi serupa terjadi di Italia, produsen beras terbesar di Uni Eropa. Menurut Forbes, dua tahun terakhir (2023–2024) hasil panen beras di negara ini terus menurun karena cuaca ekstrem dan kekeringan berkepanjangan.
- Vanilla
Rasa vanilla yang mendominasi berbagai dessert favorit dunia ternyata berasal dari tanaman yang sangat sulit dibudidayakan.
Proses penanaman dan panen yang rumit, ditambah kondisi iklim yang tidak menentu, menjadikan vanilla sebagai salah satu komoditas paling rentan.
Madagaskar, yang menyuplai 80–85% vanilla dunia, menghadapi ancaman besar dari siklon tropis yang intens.
Tahun 2017, badai besar menghancurkan sebagian besar panen vanilla di negara tersebut, menurut laporan dari World Wildlife Foundation.
Ketergantungan dunia pada satu wilayah penghasil membuat vanilla sangat berisiko mengalami kelangkaan global.
- Cokelat
Tak ada yang menyangka bahwa cokelat, bahan dasar dari camilan manis paling digemari ini, juga tengah terancam.
Sebuah studi dari Pusat Pertanian Tropis Internasional menunjukkan bahwa suhu tinggi dan perubahan pola hujan mengganggu pertumbuhan kakao di wilayah seperti Ghana dan Pantai Gading—dua negara penghasil kakao terbesar dunia.
Diprediksi, produksi kakao bisa menurun hingga 50% dalam beberapa dekade mendatang jika suhu bumi terus meningkat.
- Kopi
Bagi pecinta kopi, kabar ini bisa cukup mengejutkan. Laporan dari Christian Aid (2023) mengungkapkan bahwa lahan pertanian yang cocok untuk kopi bisa menyusut hingga 54% pada tahun 2100.
Hal ini disebabkan oleh meningkatnya suhu global dan kondisi cuaca ekstrem seperti kekeringan atau hujan berkepanjangan yang dapat merusak tanaman kopi.
Sementara itu, penelitian dari Royal Botanical Gardens of Kew menunjukkan bahwa 75% dari 124 varietas kopi kini masuk kategori terancam punah. Dampaknya, kualitas dan kuantitas kopi global bisa turun drastis.
- Salmon
Ikan salmon, dikenal dengan rasa lezat dan kandungan omega-3-nya, kini menghadapi ancaman serius.
Populasi salmon menurun tajam karena overfishing (penangkapan berlebih), eksplorasi minyak bumi, hingga pencemaran laut oleh pestisida seperti neonicotinoid.
Pemanasan global memperparah situasi. Peningkatan kadar karbondioksida di laut menyebabkan air menjadi lebih asam, yang berdampak langsung pada siklus hidup dan kelangsungan hidup spesies laut, termasuk salmon.
Jika tidak ditangani serius, kelangkaan salmon bisa terjadi dalam waktu dekat.
Kenyataan bahwa makanan-makanan populer seperti beras, cokelat, kopi, dan salmon kini terancam punah seharusnya menjadi alarm bagi kita semua.
Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tapi juga berdampak langsung pada pangan dan keseharian kita.
Diperlukan perubahan sistemik dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan agar makanan-makanan ini tetap bisa dinikmati generasi mendatang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















