BOGORTODAY.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada awal perdagangan Senin (7/7/2025).
Berdasarkan data pasar spot, rupiah bertengger di level Rp16.185 per dolar AS, naik 10 poin atau 0,06 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Penguatan rupiah ini terjadi di tengah tren pelemahan mayoritas mata uang Asia dan ketidakpastian global menjelang batas akhir penundaan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden AS sebelumnya.
Mayoritas Mata Uang Asia Melemah
Mata uang Asia lainnya justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS, di antaranya:
- Dolar Singapura melemah 0,30 persen
- Peso Filipina turun 0,30 persen
- Baht Thailand turun 0,14 persen
- Won Korea Selatan melemah 0,10 persen
Sementara itu, mata uang negara maju dibuka dengan pergerakan bervariasi:
- Poundsterling Inggris melemah 0,01 persen
- Euro menguat tipis 0,04 persen
- Franc Swiss stagnan
- Dolar Australia turun 0,21 persen
- Dolar Kanada terkoreksi 0,03 persen
Analis: Pergerakan Rupiah Masih Terbatas
Menurut Lukman Leong, analis dari Doo Financial Futures, penguatan rupiah hari ini bersifat terbatas karena pelaku pasar masih dalam fase wait and see menjelang berakhirnya penundaan tarif dagang oleh pemerintahan AS.
“Investor cenderung wait and see, mengantisipasi dua hari menjelang batas akhir dari penundaan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump,” ujar Lukman.
Harapan dari Cadangan Devisa Indonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















