
“Marc selalu menjadi panutan bagi Pecco, terutama di tahun-tahun ketika Marc tak terkalahkan,” katanya lagi.
“Pecco melihatnya sebagai sosok yang patut ditiru, seseorang yang mendorong batas-batas kemampuan,” sambungnya.
Menurut sang ayah, jenis persaingan seperti inilah yang justru memperkaya karakter Pecco sebagai pembalap, karena berhadapan langsung dengan sosok yang menjadi acuan dalam olahraga ini adalah tantangan tersendiri.
“Terkadang lawan terbaik juga adalah guru terbaik, dan saya pikir itulah yang terjadi pada mereka,” tutup Pietro. (mg1)
Sumber: inews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















