
Letusan pada Selasa pagi ini menjadi rangkaian dari aktivitas vulkanik tinggi Gunung Lewotobi Laki-laki yang sudah terjadi sejak Senin (7/7). Berikut kronologi letusan sebelumnya:
- Pukul 11.05 WITA (Senin): Letusan besar dengan semburan abu hingga 18 kilometer ke langit. Letusan ini disertai lontaran kerikil dan pasir yang menghujani permukiman warga.
- Pukul 19.32 WITA (Senin): Gunung kembali meletus dengan semburan setinggi 13 kilometer, disertai dentuman keras dan getaran yang terasa hingga Kota Maumere.
Imbauan dan Langkah Kewaspadaan
Dengan status Awas (Level IV), PPGA meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km, dan di sektor Barat Daya hingga Timur Laut hingga 7 km dari pusat erupsi.
Emanuel juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Lebih lanjut, masyarakat di wilayah sekitar juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama jika hujan deras turun di wilayah yang menjadi aliran sungai dari puncak gunung.
“Wilayah yang perlu diwaspadai di antaranya Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote,” kata Emanuel.
Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam dua hari terakhir dengan serangkaian letusan besar.
Erupsi terbaru pada Selasa pagi menunjukkan bahwa potensi bahaya masih tinggi, baik berupa hujan abu, lontaran material, hingga banjir lahar.
Pemerintah daerah diminta segera menyediakan masker dan logistik untuk warga terdampak. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati area rawan bencana demi keselamatan bersama.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















