Saham Tesla Anjlok Rp 1,1 Triliun Usai Elon Musk Umumkan Dirikan Partai Politik

Penurunan saham Tesla ini juga terjadi di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi perusahaan di pasar kendaraan listrik global.

Pada kuartal kedua 2025, Tesla mencatat penurunan penjualan sebesar 14% (year-on-year). Hal ini menunjukkan bahwa posisi Tesla sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik mulai goyah.

BYD, produsen mobil listrik asal Tiongkok, kini semakin mendominasi pasar dengan harga kompetitif dan lini produk yang terus berkembang.

Di berbagai negara, mobil-mobil Tesla tak lagi menjadi pilihan utama, terutama karena harga, ketersediaan, dan ketatnya regulasi kendaraan nol emisi.

BACA JUGA :  Kenali Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Orang Tua Perlu Waspada

Kekhawatiran Soal Fokus Bisnis Musk

Keterlibatan politik Musk menimbulkan kekhawatiran bahwa perhatian dan energi bisnisnya akan terbagi, yang bisa berdampak pada performa Tesla dan perusahaan lain yang ia pimpin seperti SpaceX, Neuralink, dan X (sebelumnya Twitter).

Mengingat Tesla sedang dalam periode krusial menghadapi perubahan tren industri otomotif global dan persaingan yang makin sengit, keterlibatan Musk dalam politik dianggap oleh sebagian besar investor sebagai langkah yang tidak menguntungkan secara bisnis.

Keterlibatan Elon Musk dalam politik praktis AS kini mulai berdampak langsung pada perusahaannya sendiri. Penurunan saham Tesla senilai lebih dari Rp 1,1 triliun menjadi sinyal bahwa pasar tidak menyambut baik langkah tersebut.

BACA JUGA :  Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Diupayakan Damai, Pertemuan Dijadwalkan Juli 2026

Di saat Tesla menghadapi tekanan besar dari sisi penjualan dan persaingan global, para investor kini makin waspada terhadap setiap langkah strategis Musk, baik di dalam maupun di luar arena bisnis.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================