
“Melalui kerja sama dengan BSSN, kami berharap dapat merumuskan kebijakan pengamanan data, baik dalam bentuk blueprint maupun standar operasional yang bisa dijadikan acuan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi membawa kemudahan akses data, namun sekaligus meningkatkan risiko kejahatan siber seperti pencurian data dan phishing. Karena itu, Pemkab mengambil langkah proaktif untuk memastikan keamanan data di seluruh tingkatan birokrasi.
“Jika pada level negara saja bisa terjadi kebocoran data, apalagi di tingkat lokal yang dianggap lebih sederhana,” ujarnya.
Melalui rakor ini, Bambang berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa data adalah aset strategis yang harus dijaga, sekaligus memperkuat kapasitas dan pemahaman semua pihak dalam menghadapi potensi ancaman digital.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















