Tanpa Alkohol, Tetap Bisa Kena Fatty Liver: Waspadai 5 Makanan Pemicu Penyakit Hati Berlemak

Tanpa Alkohol, Tetap Bisa Kena Fatty Liver: Waspadai 5 Makanan Pemicu Penyakit Hati Berlemak

BOGORTODAY.COM – Penyakit hati berlemak atau nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) bukanlah penyakit yang hanya menyerang peminum alkohol.

Faktanya, banyak orang yang tidak pernah menyentuh alkohol pun bisa mengalaminya—terutama mereka yang memiliki kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, atau kadar lemak darah tinggi.

Kondisi ini terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di organ hati. Jika dibiarkan, hati bisa mengalami peradangan, membengkak, hingga berujung pada sirosis atau bahkan kanker hati.

Salah satu pemicu utama NAFLD adalah pola makan. Tanpa disadari, banyak makanan sehari-hari yang justru memperberat kerja hati. Berikut adalah lima jenis makanan yang bisa memicu atau memperparah penyakit hati berlemak:

  1. Junk Food (Makanan Cepat Saji)

Siapa yang tak tergoda dengan kepraktisan dan cita rasa makanan cepat saji? Namun hati-hati, junk food mengandung gula, garam, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi.

Sebuah studi menyebutkan, orang yang mendapat 20% atau lebih dari asupan kalori harian dari fast food cenderung memiliki penumpukan lemak lebih besar di hati.

BACA JUGA :  Beasiswa Fast Retailing Foundation 2026 Dibuka Juli Mendatang, Kesempatan Kuliah S1 di Jepang

Contoh: burger, kentang goreng, ayam goreng tepung, pizza instan.

  1. Pangan Ultraproses

Pangan ultraproses adalah makanan yang telah melalui banyak tahapan industri, sehingga jauh dari bentuk alami aslinya.

Biasanya mengandung pengawet, pewarna buatan, pemanis, perisa, dan lemak tambahan. Konsumsi jangka panjang sangat mungkin mengganggu fungsi hati dan menyebabkan penimbunan lemak.

Contoh: mi instan, makanan kaleng, sosis instan, camilan kemasan, minuman rasa buah buatan.

  1. Makanan dan Minuman dengan Pemanis Tambahan

Gula tambahan adalah salah satu musuh utama hati. Ketika dikonsumsi berlebihan, gula akan diubah menjadi lemak dan disimpan di hati.

Ironisnya, banyak produk mengandung gula tambahan tanpa kita sadari, karena tidak selalu ditulis sebagai “gula” di label.

Nama lain gula tambahan: sirup jagung, fruktosa, sukrosa, madu, molase, sirup maple, brown sugar.

  1. Pemanis Buatan

Meskipun dianggap bebas kalori, pemanis buatan juga berisiko terhadap kesehatan hati dan usus. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi pemanis buatan dan gangguan metabolisme hati.

BACA JUGA :  Jaro Ade Ajak Warga Megamendung Hijaukan Pekarangan Lewat Tanam Durian Unggul

WHO pun tidak merekomendasikan pemanis buatan untuk diet jangka panjang.

Contoh pemanis buatan: aspartame, sucralose, sakarin, neotame, advantame.

  1. Daging Merah dan Daging Olahan

Daging merah dan olahannya mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan mempercepat penumpukan lemak di hati.

Konsumsi berlebihan juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, khususnya kanker usus besar.

Contoh: daging sapi, daging babi, domba, jeroan, sosis, kornet, bacon.

Penyakit hati berlemak bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang tidak minum alkohol sekalipun. Kunci utama untuk mencegah dan mengendalikan penyakit ini adalah memilih pola makan sehat, menjaga berat badan ideal, dan rutin beraktivitas fisik.

Mulailah dengan membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, serta pilih makanan segar dan alami sebanyak mungkin. Ingat, hati yang sehat berarti tubuh yang lebih bertenaga dan terlindung dari berbagai komplikasi serius.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================