
“Bukan untuk ekonomi, tapi untuk ekologi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menyatakan kawasan Gunung Sanggabuana memiliki nilai ekologis yang tinggi. Kawasan ini membentang di Kabupaten Bogor, Karawang, Purwakarta, dan Cianjur, dan menjadi habitat alami satwa langka seperti macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).
“Kami sangat terkejut sekaligus termotivasi ketika mendapati masih ada jejak satwa liar seperti macan tutul di kawasan ini. Ini menunjukkan pentingnya upaya pelestarian Gunung Sanggabuana sebagai kawasan hulu strategis,” ujar Dodit.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini status kawasan Gunung Sanggabuana masih campuran antara hutan produksi, hutan lindung, dan sebagian dikelola langsung oleh KLHK.
“Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat tengah memproses usulan perubahan status kawasan menjadi kawasan konservasi atau hutan lindung permanen, yang dinilai lebih tepat untuk perlindungan jangka panjang,” jelasnya.
Dodit berharap Pemkab Bogor dapat mendukung proses tersebut, termasuk dengan terlibat aktif dalam tim terpadu yang dibentuk oleh kementerian.
“Hari ini bersyukur bisa langsung menyampaikan kepada Bapak Bupati. Harapannya, Pemkab Bogor dapat memberikan dukungan teknis dan administratif dalam proses ini,” tandasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















