BOGORTODAY.COM – Seorang imam masjid di Belanda, Youssef Msibih, menuai kecaman luas dari umat Muslim setelah diketahui bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, di Yerusalem pada Senin (7/7/2025).
Pertemuan itu berlangsung di tengah meningkatnya agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza, Palestina.
Msibih, yang sebelumnya menjabat sebagai imam di Masjid Bilal, Kota Alkmaar, diskors dari seluruh kegiatan keagamaan setelah videonya bersama 15 tokoh agama Muslim lainnya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Msibih terlihat menyanyikan lagu yang mengandung interpretasi lagu kebangsaan Israel dalam bahasa Arab.
Dewan pengurus Masjid Bilal pun mengambil tindakan tegas. Melalui pernyataan resminya, masjid menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk menangguhkan Msibih dari semua aktivitas masjid.
“Menyusul pernyataan politik baru-baru ini oleh sang imam, dewan masjid memutuskan untuk menangguhkan dia dari kegiatan masjid. Per hari ini, institusi tidak punya hubungan lagi dengan dia,” demikian pernyataan yang dikutip dari Middle East Eye pada Selasa (8/7/2025).
Kunjungan Kontroversial ke Yerusalem
Perjalanan Msibih dan para tokoh agama lainnya difasilitasi oleh ELNET, sebuah organisasi nirlaba pro-Israel yang bertujuan mempererat hubungan antara Israel dan negara-negara Eropa.
Dalam rangkaian kunjungan itu, mereka menyambangi berbagai situs penting di Yerusalem, termasuk kompleks parlemen Israel (Knesset), Yad Vashem (museum peringatan Holocaust), serta wilayah-wilayah yang terdampak serangan rudal Iran.
Tak hanya itu, mereka juga dijadwalkan bertemu dengan juru bicara militer Israel (IDF) Avichay Adraee, serta mengunjungi komunitas-komunitas rentan seperti keluarga Badui Palestina korban sandera dan komunitas Druze di Dataran Tinggi Golan.
Namun, banyak pihak menilai perjalanan ini sebagai bentuk normalisasi terhadap Israel dan pengabaian terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Hal ini dinilai sangat bertentangan dengan sikap mayoritas umat Islam di dunia yang mengecam keras agresi brutal Israel ke Gaza.
Para Imam yang Ikut Kunjungan Juga Tuai Sorotan
Selain Msibih, beberapa imam yang ikut dalam rombongan tersebut juga merupakan tokoh-tokoh yang telah dikenal kontroversial di kalangan umat Islam:
- Hassen Chalghoumi, imam asal Prancis yang dikenal dekat dengan komunitas Yahudi dan Israel. Ia pernah mengunjungi pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat pada 2019.
- Noor Dahri, pendiri organisasi Islamic Theology of Counter Terrorism (ITCT) sekaligus kontributor media Israel, Times of Israel. Dahri juga dikenal sebagai simpatisan pemikiran sayap kanan Inggris.
- Ali El-Darja, imam keturunan Maroko yang menetap di Italia, juga disebut dalam rombongan.
Kritik pun membanjiri media sosial dan komunitas Muslim di Eropa, khususnya karena pertemuan ini dilakukan ketika ribuan warga sipil Palestina menjadi korban kekejaman militer Israel.
Banyak yang menganggap aksi para imam tersebut mencederai perjuangan solidaritas terhadap Palestina dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta prinsip keumatan.
Simpati dan Seruan Solidaritas untuk Palestina
Sejumlah organisasi Islam di Eropa dan Timur Tengah telah mengecam kunjungan tersebut. Mereka menyerukan agar umat Islam tetap bersatu dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina dan tidak terpengaruh oleh narasi yang mencoba mengaburkan realitas penjajahan dan kekerasan yang dilakukan Israel.
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi komunitas Muslim di Eropa untuk lebih selektif terhadap tokoh agama yang mereka percayai, terutama dalam konteks geopolitik yang sangat sensitif seperti isu Palestina.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















