Iran Diam-Diam Beli Rudal dari China Usai Gencatan Senjata dengan Israel 

BOGORTODAY.COM – Iran dilaporkan telah melakukan pembelian sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara buatan China secara diam-diam, tepat setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Israel menyusul konflik selama 12 hari. 

Menurut informasi dari sejumlah sumber yang dikutip oleh Middle East Eye (MEE), pengiriman sistem pertahanan tersebut dilakukan tak lama setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel diberlakukan pada 24 Juni lalu. 

Meski jumlah pasti rudal yang dibeli tidak diungkapkan, salah satu narasumber dari negara Arab menyebut bahwa pembayaran dilakukan melalui mekanisme barter, yakni dengan minyak sebagai alat tukar atas pembelian senjata dari Beijing. 

China sendiri merupakan mitra dagang utama Iran di sektor energi. Data dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) pada bulan Mei menyebutkan bahwa sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran ditujukan ke China. 

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Kesehatan Global, Tim Ahli Pantau Potensi Wabah Secara Real-Time

Meski Iran tengah dikenai sanksi berat oleh Amerika Serikat, China tetap mengimpor minyak dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut kabarnya dilakukan secara terselubung, dengan memanfaatkan Malaysia sebagai titik transit. 

Iran melakukan perdagangan yang bisa dibilang kreatif,” ujar salah satu pejabat Arab kepada MEE. 

Transaksi senjata ini memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara Teheran dan Beijing dalam bidang pertahanan dan ekonomi. 

Hubungan militer antara kedua negara ini sejatinya bukan hal baru. Pada akhir 1980-an, ketika Iran masih terlibat dalam perang dengan Irak, negara tersebut pernah menerima rudal jelajah HY-2 Silkworm dari China melalui Korea Utara. Rudal tersebut kemudian digunakan Iran untuk menyerang Kuwait serta kapal tanker berbendera Amerika Serikat dalam konflik yang dikenal sebagai Perang Tanker. 

BACA JUGA :  Atasi Siswa Masuk Siang, Pemkot Bogor Bangun RKB Vertikal di SDN Pakuan

Selain itu, pada tahun 2010 juga sempat beredar laporan bahwa Iran memperoleh sistem rudal anti-pesawat HQ-9 dari China. 

China sendiri diketahui telah menjual sistem pertahanan udara seperti HQ-9 dan HQ-16 ke sejumlah negara lain, termasuk Pakistan dan Mesir, menunjukkan bahwa Beijing merupakan salah satu pemasok utama sistem persenjataan di kawasan tersebut.(mg2) 

Sumber: cnnindonesia.com 

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel  

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================