ADHI Pasang Hybrid Wind Tree Pertama di Indonesia, Dukung Transisi Energi dan Tol Ramah Lingkungan

Hybrid Wind Tree

BOGORTODAY.COM – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melalui anak usahanya di Departemen Energi & Industrial (E&I) mencetak sejarah dengan memasang Hybrid Wind Tree pertama di Indonesia.

Inovasi ini dilakukan di Proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi, tepatnya di Kantor PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen ADHI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung tercapainya konsep Green Toll Road atau jalan tol berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Gabungan Teknologi & Biomimikri untuk Energi Terbarukan

Hybrid Wind Tree merupakan teknologi pembangkit listrik terbarukan yang menggabungkan energi angin dan cahaya matahari dalam desain menyerupai pohon.

Teknologi ini mengusung konsep biomimikri, di mana struktur menyerupai pohon sungguhan dan menyatu secara estetis dengan lingkungan.

Hybrid Wind Tree tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik, tetapi juga sebagai simbol masa depan yang lebih hijau,” ujar Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, dalam keterangan resmi, Senin (14/7/2025).

BACA JUGA :  Tips Memilih Kloset Duduk yang Nyaman dan Mudah Dibersihkan

Rozi menambahkan, desain modular dan fleksibel dari Hybrid Wind Tree memungkinkan penerapannya di berbagai area, mulai dari jalan tol, smart city, kawasan industri, gedung tinggi, kawasan wisata ramah lingkungan, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Spesifikasi dan Kapasitas Energi

Hybrid Wind Tree terdiri dari dua komponen utama:

  • Aeroleaf: turbin angin sumbu vertikal yang menyerupai daun, berfungsi menangkap energi angin.
  • Solar Petal: panel surya berbentuk kelopak bunga yang menyerap cahaya matahari.

Konfigurasi yang terpasang di Probolinggo mencakup:

  • 30 Aeroleaf (kapasitas masing-masing 300 Watt)
  • 30 Solar Petal (82 Wattpeak per unit)
  • 5 Solar Petal tambahan (200 Wattpeak per unit)

Total kapasitas energi maksimum mencapai 12,4 kilowatt (kW), tergantung pada kondisi angin dan intensitas cahaya matahari.

BACA JUGA :  Resep Bolu Gula Merah Kukus Tanpa Telur, Lembut, Manis, dan Mekar Sempurna

Energi yang dihasilkan disalurkan ke sistem baterai berkapasitas 28.800 Ah yang kemudian digunakan untuk penerangan kantor dengan kebutuhan beban operasional sekitar 1.400 watt.

Simbol Transisi Energi dan Inovasi Hijau

Inisiatif ini menjadi langkah nyata ADHI dalam mendorong inovasi hijau dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor infrastruktur nasional. Pemasangan Hybrid Wind Tree menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendukung transisi energi global melalui pemanfaatan energi terbarukan.

“Pemasangan Hybrid Wind Tree bukan sekadar representasi inovasi hijau, tetapi juga mencerminkan peluang pertumbuhan di tengah transisi energi global,” pungkas Rozi.

Kehadiran Hybrid Wind Tree di Tol Probolinggo–Banyuwangi diharapkan bisa menjadi pilot project bagi pengembangan teknologi serupa di berbagai infrastruktur publik di Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring.

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================