Pasukan Israel Bombardir Warga Gaza yang Tengah Mengambil Air

BOGORTODAY.COM, TEL AVIV – Pada Minggu (13/7/2025), pasukan Israel mengebom sekelompok warga Gaza yang tengah mengambil air, menyebabkan delapan orang meninggal dunia, sebagian besar adalah anak-anak. Selain itu, puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Menurut Ahmed Abu Saifan, seorang dokter gawat darurat dari Rumah Sakit Al Awda, serangan tersebut mengenai lokasi pendistribusian air di kamp pengungsi Nuseirat.

“Serangan tersebut menghantam titik pendistribusian air di kamp pengungsi Nuseirat, menewaskan enam anak dan melukai 17 lainnya,” katanya kepada Reuters.

Kondisi pasokan air di Gaza semakin memburuk dalam beberapa minggu terakhir. Terbatasnya bahan bakar membuat banyak fasilitas desalinasi dan sanitasi berhenti beroperasi, sehingga warga terpaksa mengandalkan titik-titik pengumpulan air, di mana mereka hanya mampu membawa pulang satu atau dua jeriken air setiap hari.

BACA JUGA :  Tekan Angka 45 Ribu Penganggur, Komisi IV DPRD Kota Bogor Kawal Pembukaan Job Fair 2026

Serangan tambahan di Gaza juga terjadi beberapa jam setelah insiden di Nuseirat. Sebuah serangan di pasar Kota Gaza merenggut 12 nyawa warga, termasuk seorang konsultan rumah sakit ternama, Ahmad Qandil.

Secara keseluruhan, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah mencapai angka mengejutkan. Hingga Minggu (13/7/2025), data Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa sejak dimulainya operasi militer pada 7 Oktober 2023, setidaknya 58.026 warga Gaza telah tewas.

“58.026 warga Gaza tewas akibat praktik genosida militer Israel,” ungkap laporan resmi dari Kementerian Kesehatan Gaza.

Dalam kurun 24 jam terakhir hingga Minggu siang waktu setempat, sebanyak 139 korban jiwa kembali tercatat, berdasarkan jenazah yang masuk ke rumah sakit. Dari angka itu, 28 orang tewas setelah ditembak saat antre bantuan di beberapa pusat distribusi milik Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF)—bantuan yang dikelola oleh Israel dan Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Amankah Minum Kopi Setelah Minum Obat? Ini Penjelasan Medisnya

Tak hanya itu, 425 orang lainnya turut mengalami luka-luka, termasuk lebih dari 180 korban yang ditembak saat menunggu bantuan kemanusiaan.

Secara kumulatif, total warga Gaza yang tewas saat mengantre bantuan telah mencapai 833 orang, dan lebih dari 5.432 lainnya terluka. Yayasan GHF diketahui mulai menyalurkan bantuan ke Gaza sejak 27 Mei.

Sejak Oktober 2023, jumlah total korban luka di Gaza akibat serangan Israel telah mencapai 138.520 orang. (mg1)

Sumber: inews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================