
“Selama dua tahun terakhir, Indonesia telah membuka sejumlah sektor, termasuk sektor kesehatan, bagi partisipasi asing. Kini, rumah sakit dan lembaga medis internasional diperbolehkan membuka cabang atau afiliasi di Indonesia,” ucapnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan harapan untuk kerja sama yang lebih erat dan kuat antara Indonesia dan Eropa di masa mendatang.
Sementara itu, Presiden Dewan Eropa, António Costa, menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan politik dalam perundingan CEPA. Ia menyebutnya sebagai langkah besar yang menandai awal baru dalam hubungan Indonesia dan Uni Eropa.
Menurut Costa, Indonesia merupakan salah satu mitra global terpenting bagi Uni Eropa, dan pihaknya berkomitmen untuk memperkuat hubungan tersebut. Dengan jumlah konsumen gabungan mencapai lebih dari 700 juta orang, ia menilai potensi kerja sama ekonomi antara kedua kawasan sangat besar.
Costa juga menilai Indonesia sebagai pilar utama demokrasi di Asia Tenggara dan negara dengan pengaruh global yang semakin besar. Ia menekankan bahwa Indonesia dan Uni Eropa memiliki komitmen yang sama terhadap prinsip multilateralisme, aturan internasional, serta pembangunan yang inklusif.
Ia mengatakan sudah saatnya hubungan antara kedua pihak mendapatkan energi baru, dan menyampaikan kesiapan Uni Eropa untuk mendukung agenda pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo, termasuk dalam hal penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta ketahanan energi dan pangan.
Menurut Costa, perjanjian perdagangan ini akan memperdalam hubungan ekonomi kedua pihak serta membentuk kemitraan strategis yang sejalan dengan visi dan tujuan bersama.(mg2)
Sumber: merdeka.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















