BOGORTODAY.COM – Honda Motor Co. secara resmi menghentikan pengembangan SUV listrik ukuran besar yang semula dijadwalkan meluncur pada 2027–2028.
Keputusan ini mencerminkan strategi baru perusahaan dalam merespons melemahnya permintaan kendaraan listrik (EV), terutama di pasar Amerika Serikat.
Dilaporkan Nikkei Asia, alasan utama pembatalan proyek ini adalah kombinasi antara rendahnya minat konsumen terhadap EV dan rencana Presiden AS Donald Trump yang berencana mencabut subsidi pajak sebesar US$7.500 untuk kendaraan berbasis baterai mulai September 2025.
SUV listrik ini awalnya ditujukan untuk pasar ekspor, khususnya Amerika Serikat, dan merupakan bagian dari ekspansi besar Honda di sektor mobil listrik. Namun, mahalnya biaya pengembangan dan prospek penjualan yang tidak menentu membuat proyek ini dianggap tidak layak dilanjutkan.
Honda Pangkas Investasi EV, Alihkan Fokus ke Hybrid
Sebelumnya, Honda telah mengumumkan pemangkasan total investasi untuk kendaraan listrik hingga akhir dekade ini, dari 10 triliun yen (sekitar US$69 miliar) menjadi 7 triliun yen (sekitar US$48 miliar).
Meskipun demikian, pengurangan ini tidak memengaruhi dua proyek EV lain yang tetap berjalan, yakni sedan listrik dan SUV listrik ukuran menengah.
Model sedan tersebut dijadwalkan meluncur lebih awal pada 2026. Honda juga telah memamerkan SUV listrik dari seri 0 (Zero Series) berukuran menengah dalam ajang Grand Prix Jepang pada April 2025 lalu.
Sebagai bagian dari strategi baru, Honda kini akan lebih fokus pada pengembangan teknologi hybrid untuk seluruh lini produknya. Teknologi ini akan disuntikkan ke model-model seperti Honda Pilot, Passport, dan Odyssey sebagai upaya memperkuat pasar sembari tetap mendukung transisi energi.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















