Kepala Sekolah STIS Ungkap Kehidupan Peserta Didik Sebelum Masuk Sekolah Rakyat

Kepala Sekolah STIS Ungkap Kehidupan Peserta Didik Sebelum Masuk Sekolah Rakyat
Peserta Didik Sekolah Rakyat

BOGORTODAY.COM – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Fitri Puspitasari, mengungkapkan kisah haru mengenai latar belakang para peserta didik sebelum bergabung sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Fitri menceritakan, sebagian siswa terbiasa bekerja membantu orang tua sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Salah satu cerita yang membuatnya terenyuh adalah kebiasaan seorang siswa mencuci baju dini hari karena terbiasa bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Dia kerja di rumah orang jadi pembantu rumah tangga sama ibunya, memang setiap jam 1 malam dia nyuci,” ujar Fitri, Rabu (16/7/2025).

BACA JUGA :  Benarkah Minum Air Putih Dapat Mengurangi Risiko Kecemasan? Ini Penjelasannya

Menurut Fitri, sejak bersekolah di STIS, para peserta didik merasakan perubahan besar dalam kehidupan mereka, termasuk soal asupan makanan yang lebih teratur dan bergizi.

“Banyak yang bilang, di sini kan lengkap ya, ada lauk, ada sayur, ada buah, ada susu. Mereka banyak yang bilang kalau mereka di rumah itu makannya ala kadarnya, kadang-kadang sehari itu enggak selalu bisa dapet tiga kali, kadang-kadang cuma dua kali,” kata Fitri.

Namun, Fitri juga mengakui, tidak semua peserta didik langsung bisa beradaptasi. Beberapa di antaranya sempat merasakan rindu karena harus jauh dari orang tua demi menempuh pendidikan yang layak.

BACA JUGA :  Jaro Ade Enggan Tempuh Jalur Hukum, Anggap Pendemo Bagian Keluarga

“Tapi di hari kedua, di malam kedua kemarin, udah berkurang sih, mereka lumayan enjoy, mereka bilang senang,” ungkapnya.

Untuk membantu proses adaptasi itu, Sekolah Rakyat membentuk wali asuh yang berperan mendampingi peserta didik secara lebih personal.

“Jadi Wali Asuh itu membantu Wali Asrama supaya lebih deket aja, lebih personal. Mungkin kan anak, kita akan temui anak-anak yang berani cerita, tapi ada yang mungkin harus pendekatan dulu baru bisa cerita,” jelas Fitri. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================