Kasus Pneumonia di Indonesia Terus Meningkat, Anak dan Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan

Pneumonia
Ilustrasi Pasien. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Tren kasus pneumonia di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan selama lima tahun terakhir.

Berdasarkan data dari laporan bulanan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) oleh Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah kasus pneumonia terus bertambah signifikan sejak 2020 hingga 2024.

Lonjakan Kasus Pneumonia di Indonesia

Berikut adalah rincian peningkatan kasus pneumonia menurut data Tim Kerja ISPA Kemenkes:

  • Tahun 2020: 429.007 kasus
  • Tahun 2021: 441.424 kasus
  • Tahun 2022: 624.206 kasus
  • Tahun 2023: 715.760 kasus
  • Tahun 2024: 857.483 kasus

Dari angka tersebut terlihat lonjakan yang cukup drastis, terutama sejak tahun 2022.

“Dari 2020 hingga 2024 memang terjadi peningkatan. Paling banyak terdeteksi pada usia balita,” ujar Denny Fatah SKM, perwakilan Tim ISPA Kemenkes RI dalam konferensi pers di Rumah PAPDI, Rabu (16/7/2025).

Menurut Denny, meningkatnya angka ini juga disebabkan oleh perbaikan sistem deteksi dini, terutama untuk anak di bawah lima tahun.

Pemerintah terus mendorong deteksi dan pengobatan sejak dini guna menekan angka kematian akibat pneumonia.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

Angka Kematian Ikut Meningkat

Meski data kematian dari Puskesmas masih dikumpulkan, laporan dari rumah sakit menunjukkan peningkatan angka kematian, terutama pada kelompok usia di atas lima tahun.

“Memang laporan dari rumah sakit menunjukkan data kematian sedikit meningkat,” kata Denny.

Pneumonia Tak Hanya Ancaman untuk Anak

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr dr Eka Ginanjar, juga menyoroti ancaman pneumonia pada orang dewasa dan lansia.

“Beban penyakit pneumonia di Indonesia masih tergolong tinggi, termasuk pada kelompok usia dewasa dan lansia, serta individu dengan penyakit penyerta,” jelas Eka dalam diskusi publik Perlindungan Populasi Dewasa dari Pneumonia Melalui Vaksinasi di Jakarta (16/7/2025).

Penyebab dan Bahaya Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, dan sering kali membuat kantung udara (alveoli) dipenuhi cairan atau nanah. Jenis yang paling umum disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit infeksius di dunia, terutama pada:

  • Anak-anak di bawah usia lima tahun
  • Orang dewasa lanjut usia
BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa pneumonia berperan besar dalam kasus rawat inap dan kematian di kalangan lansia dan individu dengan komorbiditas.

Langkah Pencegahan

Untuk menekan kasus pneumonia, pemerintah dan tenaga kesehatan mendorong beberapa strategi:

  • Deteksi dini dan pengobatan cepat, khususnya pada balita
  • Peningkatan cakupan vaksinasi, terutama vaksin pneumokokus
  • Penerapan gaya hidup bersih dan sehat
  • Perbaikan fasilitas dan akses layanan kesehatan

Peningkatan tren kasus pneumonia di Indonesia menjadi alarm penting bagi semua pihak. Tak hanya anak-anak, orang dewasa dan lansia juga berisiko tinggi.

Upaya kolektif berupa deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pemanfaatan vaksinasi perlu diperkuat demi mencegah dampak yang lebih fatal di masa mendatang.***

Sumber: detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================