
Tak hanya menghafal secara tekstual, para santri juga dibimbing untuk memahami dan menghayati isi Alquran sebagai pedoman hidup, bagian dari program pembinaan karakter yang menyeluruh.
“Santri tidak hanya fasih tetapi juga menjiwai isi Alquran sebagai pegangan hidup,” ucap KH Deny.
Santri datang dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa, menunjukkan bahwa cakupan rehabilitasi pondok ini bersifat nasional.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Kabag Kesra Setda Sleman, Sigit Herutomo, menilai program ini mampu memperkuat karakter religius para mantan pecandu.
“Jadikanlah Alquran sebagai pegangan awal untuk melangkah,” kata Sigit.
Sementara itu, Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Sleman, Ari Sutryasmanto, menyampaikan penghargaan atas perubahan mental para santri, dan menekankan pentingnya sinergi antarstakeholder dalam proses pemulihan. (mg1)
Sumber: inews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















