Kasatreskrim Polresta Tangerang Ngobrol Bareng Santri di Bogor, Bahas Hoaks dan Bahaya Medsos

Kasatreskrim Polresta Tanggerang berikan penyeluhuhan bahaya hoaks medsos terhadap ratusan santri di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (18/7/2025).

BOGORTODAY.COM – Santri Pondok Pesantren Darussalam Koposari di Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendapat wejangan langsung dari Kasatreskrim Polresta Tangerang, Kompol Arief Nazaruddin Yusuf, Jumat malam (18/7/2025). Ia hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kepramukaan dan Pembinaan Karakter Kebangsaan yang diikuti ratusan santri.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan ponpes ini dikemas dengan suasana berkemah dan atraksi kepramukaan, sekaligus pembekalan materi kebangsaan bertema “Peran Generasi Muda dalam Menjaga Keutuhan NKRI dan Bahaya Penyimpangan Sosial di Era Digitalisasi.”

Dalam paparannya, Arief mengajak santri untuk kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menyoroti bahaya konten negatif, hoaks, hingga kejahatan digital yang semakin masif.

“Media digital bisa jadi manfaat, tapi juga bisa menjerumuskan. Santri harus punya filter kuat dari ilmu agama dan akhlak,” kata Arief di depan sekitar 350 santri.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Menurutnya, salah satu ancaman serius di era digital adalah penyimpangan sosial yang lahir dari kebebasan informasi tanpa kontrol. Mulai dari penipuan online, penyebaran hoaks, hingga ujaran kebencian yang bisa memecah persatuan bangsa.

“Medsos itu seperti pasar terbuka. Banyak pilihan tapi nggak semuanya sehat. Santri harus pintar memilih,” ujarnya.

Kegiatan ini diapresiasi oleh pihak pondok pesantren. Afif Johan, SH, MH, selaku Penasehat Ponpes Darussalam Koposari, menyebut kehadiran Kompol Arief sebagai bentuk sinergi positif antara pesantren dan aparat negara.

“Kami sangat terbantu. Materi dari Kompol Arief membuka wawasan santri, dan mereka antusias luar biasa,” ujar Afif.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pembinaan karakter kebangsaan ini sudah menjadi program rutin. Terlebih, sejumlah penasehat pesantren berasal dari kalangan perwira tinggi Polri seperti Brigjen Pol Ade Rahmat Idnal dan Brigjen Pol Wahyu Sri Bintoro, yang pernah menjadi ajudan Wakil Presiden.

“Kami ingin santri tak hanya cakap dalam ilmu agama, tapi juga sadar kebangsaan dan siap jadi penjaga NKRI,” tambahnya.

Kegiatan ini berlangsung hingga malam hari dan diakhiri dengan sesi refleksi serta doa bersama. Pihak pesantren berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara berkala.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================