Netanyahu Ucapkan Terima Kasih ke Paus Leo XIV Usai Respons Serangan Israel ke Gereja Katolik di Gaza

Paus Leo XIV.
Paus Leo XIV. (Foto: REUTERS)

BOGORTODAY.COM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Paus Leo XIV setelah pemimpin tertinggi umat Katolik itu memberikan respons atas serangan Israel ke satu-satunya Gereja Katolik di Jalur Gaza, Palestina.

Pernyataan itu disampaikan dalam rilis resmi Kantor Perdana Menteri Israel (PMO) pada Kamis (17/7/2025).

“Kami berterima kasih kepada Paus Leo atas kata-kata penenangnya. Israel sedang menyelidiki insiden tersebut dan tetap berkomitmen melindungi warga sipil dan tempat suci,” tulis PMO Israel.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pembelaan diri Israel, yang menyebut bahwa serangan tersebut merupakan kesalahan sasaran.

Israel sangat menyesalkan bahwa amunisi nyasar menghantam Gereja Keluarga Kudus di Gaza,” lanjut pernyataan resmi tersebut.

Paus Tak Langsung Kecam, Hanya Sebut “Serangan yang Tampaknya Dilakukan Israel

Pernyataan dari pihak Israel muncul setelah Paus Leo XIV mengeluarkan respons resminya. Dalam pernyataannya, Paus tidak secara eksplisit mengecam tindakan Israel, melainkan menggunakan kalimat hati-hati:

“Dengan duka yang mendalam, Patriarkat Latin bisa mengonfirmasi dua orang tewas dalam serangan yang tampaknya dilakukan pasukan Israel ke Kompleks Keluarga Kudus pagi ini,” demikian kutipan rilis resmi dari Tahta Suci, dikutip AFP.

BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

Paus juga memanjatkan doa bagi para korban dan menyerahkan jiwa mereka ke rahmat Tuhan.

Namun, dalam pernyataan Patriarkat Latin Yerusalem, yang juga dirilis bersamaan, kecaman terhadap serangan ini disampaikan lebih tegas.

Mereka menyebut serangan terhadap gereja yang menjadi tempat perlindungan bagi sekitar 600 pengungsi, termasuk anak-anak dan 54 penyandang disabilitas, sebagai pelanggaran serius terhadap martabat manusia dan kesucian tempat ibadah.

“Menargetkan situs suci yang menampung pengungsi adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian hidup dan tempat keagamaan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan di masa perang,” tulis Patriarkat Latin.

Desakan Gencatan Senjata dan Perdamaian

Dalam penutup pernyataan itu, Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin dan mendesak semua pihak untuk kembali pada dialog, rekonsiliasi, dan perdamaian yang abadi di kawasan yang telah lama dilanda konflik.

Konteks Agresi Israel

Sejak melancarkan agresi militer ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, Israel kerap dituding melakukan serangan terhadap objek sipil seperti rumah sakit, sekolah, hingga tempat ibadah.

BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Militer Israel berdalih bahwa fasilitas-fasilitas tersebut dijadikan markas oleh Hamas, namun berbagai laporan dari lembaga kemanusiaan dan pengamat internasional menyebut tempat-tempat itu justru menjadi penampungan pengungsi sipil yang tak memiliki tempat aman.

Respons Dunia yang Terbelah

Ucapan terima kasih Netanyahu kepada Paus ini menuai reaksi beragam. Sebagian pihak menilai sikap Paus terlalu lunak dan tidak mencerminkan kecaman yang tegas atas agresi militer Israel.

Sementara di sisi lain, ada pula yang melihat langkah Tahta Suci sebagai upaya menjaga dialog dan perdamaian antaragama di tengah situasi genting.

Konflik berkepanjangan ini terus menimbulkan pertanyaan besar tentang perlindungan warga sipil, kesucian tempat ibadah, dan tanggung jawab komunitas internasional dalam menghentikan kekerasan yang tak kunjung usai di wilayah Gaza.***

Sumber: CNN Indonesia

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================