Komunitas Driver Ojek Online Jabodetabek Tolak Penurunan Komisi

komunitas driver ojek online
komunitas driver ojek online Jabodetabek tolak penurunan komisi 10 Persen. Foto : Ilustrasi.

BOGORTODAY.COM – Penolakan terhadap wacana penurunan komisi dari 20 persen menjadi 10 persen kembali disuarakan oleh sejumlah komunitas driver ojek online di wilayah Jabodetabek.

Lima komunitas besar menyatakan bahwa skema komisi saat ini masih wajar, adil, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi mitra pengemudi maupun perusahaan aplikator.

Ketua Komunitas SGC Bogor 1B, Hendi Mustopa, menyebut bahwa potongan 20 persen tidak pernah menjadi persoalan selama sistem dan layanan aplikasi berjalan baik. Ia menilai skema tersebut sudah mencakup berbagai manfaat, seperti asuransi, fitur keamanan, layanan darurat, dan customer service.

BACA JUGA :  Future Leaders Fellowship 2026 Dibuka, Mahasiswa Baru PTN Berkesempatan Ikuti Program Pengembangan Kepemimpinan Gratis

“Potongan 20 persen itu bagian dari sistem. Kalau dikurangi tanpa perhitungan matang, justru merugikan driver juga,” ujar Hendi kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Menurut Hendi, ada kekhawatiran di kalangan mitra apabila penurunan komisi dilakukan tanpa memperhatikan keberlangsungan finansial perusahaan. Jika perusahaan tidak mampu lagi memberikan layanan teknis, insentif, maupun perlindungan dasar, maka kinerja driver bisa terganggu.

Senada, Ketua SGC Depok 2, Adi Giri, mengatakan bahwa yang dibutuhkan pengemudi adalah kestabilan platform dan kepastian ekosistem, bukan semata penurunan potongan. Ia menilai operasional perusahaan yang terganggu justru berisiko terhadap keberlangsungan mata pencaharian driver.

BACA JUGA :  Gandeng Jakarta Bartender Club, STP Bogor Gelar 'Signature Session 2026' untuk Kupas Seni di Balik Bar

Sementara itu, Ketua SGC Jakarta Selatan 2, Ignatius Bima Satya, menyebut potongan 20 persen merupakan bentuk kontribusi bersama untuk menjaga keberlanjutan ekosistem digital. Ia mengingatkan potensi penurunan kualitas layanan apabila komisi diturunkan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================