
“Kalau promo hilang, insentif berkurang, dan bantuan teknis menurun, kami juga yang terdampak,” katanya.
Ketua NEO SGC Depok 1, Wisnu Wardhana, menyoroti bahwa narasi penurunan komisi seringkali disuarakan oleh pihak-pihak yang sudah tidak aktif di lapangan. Ia menegaskan bahwa driver aktif lebih memahami kondisi sebenarnya dan dampak dari kebijakan tersebut.
Di Tangerang, Ketua SGC Tangerang 2, Andi Rahman, mengingatkan bahwa ekosistem transportasi online melibatkan banyak pihak, termasuk mitra UMKM dan pelanggan. Ia menilai perubahan skema komisi harus mempertimbangkan keberlanjutan seluruh rantai ekosistem.
Kelima komunitas tersebut mendesak Kementerian Perhubungan membuka ruang dialog yang inklusif dengan melibatkan pengemudi aktif dari berbagai wilayah. Mereka berharap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada stabilitas dan kesejahteraan mitra di lapangan.
“Kami tidak menolak perubahan, tapi harus berdasarkan kenyataan di lapangan. Jangan abaikan kami yang masih aktif menggantungkan hidup dari aplikasi,” kata Hendi.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















