Pekerja Pariwisata Jabar Desak Gubernur Cabut Larangan Study Tour Lewat Aksi Unjuk Rasa di Gedung Sate

Kritik terhadap Gubernur

Massa juga menyayangkan sikap Gubernur Dedi Mulyadi yang dinilai tidak responsif terhadap keluhan para pelaku usaha pariwisata.

Herdi menyebut sudah ada surat permohonan audiensi yang dikirimkan sejak Mei 2025, namun belum mendapat tanggapan.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, termasuk melayangkan surat pada Mei 2025, tapi tak direspons. Gubernur seolah menghindar dari pelaku pariwisata dan lebih memilih oligarki,” tegasnya.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Menguat, Naik Rp11.000 per Gram pada Perdagangan 5 Juni 2026

Harapan untuk Solusi Segera

Aksi ini merupakan bentuk keputusasaan para pekerja pariwisata yang merasa terpinggirkan dalam kebijakan publik.

Mereka berharap Gubernur Jabar segera membuka ruang dialog dan mencabut larangan study tour demi pemulihan ekonomi sektor pariwisata di Jawa Barat.

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Para peserta membawa spanduk dan poster bertuliskan aspirasi mereka, dan menyuarakan orasi secara bergantian di depan Gedung Sate.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Solidaritas pekerja pariwisata berharap kebijakan lebih adil dan berpihak pada rakyat kecil, bukan justru mematikan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.***

Sumber: detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================