Anak yang Wafat Sebelum Baligh: Dijamin Masuk Surga dan Jadi Syafaat bagi Orang Tua

Anak
Ilustrasi Anak. (iStock)

BOGORTODAY.COM – Wafatnya seorang anak adalah cobaan yang sangat berat bagi orang tua. Kesedihan yang ditinggalkan bukan hanya karena kehilangan, tetapi juga karena cinta yang belum sempat sepenuhnya terwujud.

Meski demikian, dalam Islam, kematian anak sebelum baligh memiliki makna spiritual yang sangat tinggi dan menjadi kabar penghibur bagi orang tua yang beriman.

Kematian Adalah Ketetapan Allah

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menetapkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Hal ini tercantum dalam surah Al-Ankabut ayat 57:

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”

Kematian bisa datang kapan saja, tanpa memandang usia. Bahkan anak-anak pun bisa dipanggil pulang lebih dulu oleh Sang Khalik.

Anak yang Belum Baligh Dijamin Masuk Surga

Dalam Islam, anak-anak yang wafat sebelum mencapai usia baligh tidak akan dihisab. Mereka berada dalam keadaan fitrah (suci), dan Allah SWT menjamin surga sebagai tempat kembalinya. Hal ini ditegaskan dalam buku Seni Menjemput Kematian karya Brilly El Rasheed yang menyebutkan bahwa anak-anak ini bahkan dapat menjadi syafaat (penolong) bagi kedua orang tuanya kelak di akhirat.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai Ummu Sulaim, tidaklah dua orang muslim yang telah ditinggal mati tiga orang anaknya kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga karena kasih sayangnya kepada mereka.”
Ummu Sulaim bertanya, “Kalau dua?”
Beliau menjawab, “Dua juga.” (HR Bukhari, An-Nasa’i, Ahmad)

Kehidupan Anak Sebelum Baligh di Alam Barzakh

Setelah wafat, ruh anak-anak ini berada di alam barzakh. Mereka mengenali siapa saja yang menziarahi mereka, menjawab salam, dan mendengar doa yang dipanjatkan untuk mereka.

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

Mereka tidak merasakan azab dan hanya beristirahat hingga hari kiamat tiba. Dalam kitab Fataawa wa Ahkaam Khaashah li Ath-Thifl, Yusuf bin Muhammad bin Ibrahim al-Atiq menjelaskan bahwa anak-anak ini akan mengikuti akidah kedua orang tuanya.

Allah berfirman dalam Surah At-Tur ayat 21:

“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga)…”

Bagaimana dengan Anak-anak dari Orang Tua Non-Muslim?

Nasib anak-anak dari orang tua non-muslim sepenuhnya berada dalam pengetahuan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui apa yang telah mereka lakukan.”
(HR Ahmad, Bukhari, Muslim)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================