
Program padat karya tahun ini menelan anggaran sebesar Rp3,2 miliar hasil efisiensi, dengan misi meningkatkan rekrutmen ketenagakerjaan setinggi-tingginya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan, Sahib Khan, memaparkan bahwa para peserta diberikan waktu 10 hari untuk menjalankan program tersebut di wilayah masing-masing.
Klasifikasi peserta terdiri dari pekerja rentan, perempuan kepala rumah tangga, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tercatat sebagai miskin ekstrem. Bahkan, terdapat beberapa peserta yang merupakan pengamen jalanan.
“Ini mudah-mudahan bisa memberikan dampak dalam penurunan angka pengangguran terbuka di Kota Bogor, meningkatkan kesejahteraan warga, dan menurunkan kemiskinan ekstrem,” jelas Sahib.
Pelaksanaan program padat karya di Kota Bogor dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 21 hingga 31 Juli di tiga kecamatan, yakni Tanah Sareal, Bogor Barat, dan Bogor Utara.
“Sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan bulan depan. Semoga program ini bisa menjadikan Kota Bogor lebih bersih dan lebih nyaman,” pungkas Sahib.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














