Puasa Ayyamul Bidh Safar 1447 H: Keutamaan, Jadwal, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Puasa Ayyamul Bidh
Ilustrasi Puasa. (iStock)

BOGORTODAY.COM Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan bisa dilakukan setiap bulan Hijriah, termasuk pada bulan Safar 1447 H yang jatuh pada Juli–Agustus 2025.

Amalan ini memiliki dasar kuat dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dan dikenal sebagai puasa tiga hari di pertengahan bulan Qamariyah.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, saat bulan sedang dalam fase purnama.

Istilah Ayyamul Bidh berasal dari bahasa Arab yang berarti hari-hari putih, karena pada malam-malam tersebut bulan tampak bersinar terang.

Dikutip dari buku Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga, puasa ini menjadi salah satu wasiat Rasulullah SAW kepada para sahabat.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, beliau berkata:

“Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dua rakaat, dan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lainnya dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA, Rasulullah SAW bersabda:

BACA JUGA :  Hindari Kebiasaan Ini agar AC di Rumah Tidak Cepat Rusak

“Berpuasalah tiga hari setiap bulan karena kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipat, maka itu seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 1447 H

Berdasarkan kalender Hijriah resmi Kementerian Agama RI, 1 Safar 1447 H jatuh pada Sabtu, 26 Juli 2025. Maka, puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 1447 H jatuh pada:

  • Kamis, 7 Agustus 2025 – 13 Safar 1447 H
  • Jumat, 8 Agustus 2025 – 14 Safar 1447 H
  • Sabtu, 9 Agustus 2025 – 15 Safar 1447 H

Puasa ini dapat dilakukan di bulan Hijriah apa pun, kecuali bertepatan dengan hari yang diharamkan untuk puasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

Arab-Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah ta’âlâ.”

Niat ini boleh dibaca sejak malam hari hingga sebelum masuk waktu Zuhur, asalkan belum makan atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

BACA JUGA :  Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Portugal Tempel Ketat di Grup K

Tata Cara Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh

  1. Membaca niat sebelum waktu Subuh atau maksimal sebelum tergelincir matahari (Zuhur) bagi yang belum makan/minum.
  2. Makan sahur, dianjurkan mendekati waktu Subuh.
  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa: makan, minum, dan hubungan suami istri, dari fajar hingga Magrib.
  4. Menjaga akhlak, tidak berkata kasar, bergunjing, atau melakukan perbuatan maksiat.
  5. Segera berbuka saat waktu Magrib tiba.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan kesempatan untuk menghidupkan sunnah Nabi SAW sekaligus meraih pahala seperti puasa sepanjang tahun.

Momentum Ayyamul Bidh di bulan Safar 1447 H bisa menjadi awal bagi siapa saja yang ingin memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah bulanannya.***

Sumber: detikcom

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================