
“Oleh karena itu, proses penamaan harus dijalankan secara cermat, memperhatikan aspek sejarah, sosial, dan budaya agar nilai-nilai tersebut tetap lestari,” tandas Sekda Ajat.
Ajat mengungkapkan, melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis hari ini, kami mengambil langkah awal dalam memastikan proses penamaan dan pendataan rupabumi berjalan sesuai dengan kaidah toponimi, namun tanpa mengabaikan kekhasan lokal.
“Saya menyambut baik kegiatan ini, penamaan rupabumi karena memberikan efek terhadap kualitas perencanaan pembangunan Kabupaten Bogor kedepannya.
Ia menambahkan, komitmen terhadap pelestarian ini juga sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto, yang selalu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian sejarah dan budaya.
“Saya minta kepada yang mengikuti bimtek ini, lakukan yang terbaik, jangan sampai bimtek ini tidak memiliki makna. Berikan penamaan rupabumi sesuai kaidah ilmiah, sehingga akan menyampaikan,” pungkas Sekda Ajat. (* /Gisttin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















