Trump Umumkan Tarif Impor 19% untuk Filipina, AS Dapat Perlakuan Bebas Tarif

Meski secara teknis Filipina tetap dikenai tarif masuk oleh AS, Presiden Marcos Jr. menyambut baik hasil pertemuan tersebut dan menyebut kesepakatan perdagangan ini sebagai “pencapaian yang signifikan”.

“Satu persen mungkin tampak seperti konsesi yang sangat kecil. Namun, jika direalisasikan, itu merupakan pencapaian yang signifikan,” katanya kepada wartawan di Washington DC.

Marcos juga menegaskan kembali pentingnya hubungan kedua negara, menyebut Amerika Serikat sebagai “sekutu terkuat, terdekat, dan paling dapat diandalkan”.

Senada dengan pernyataan Presiden Marcos, Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang terus berkembang dan memiliki potensi untuk ditingkatkan di masa depan.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Kerja Sama Militer Masih Menggantung

Dalam konferensi pers yang sama, Presiden Trump juga menyinggung potensi kerja sama militer yang lebih erat antara AS dan Filipina.

Namun, ia belum memberikan rincian lebih lanjut terkait bentuk maupun skala kerja sama tersebut.

Kesepakatan perdagangan ini menunjukkan arah baru hubungan ekonomi bilateral antara Amerika Serikat dan Filipina di bawah pemerintahan Trump dan Marcos Jr. Meski terdapat tarif 19% untuk barang dari Filipina, Filipina tetap menganggap perjanjian ini sebagai langkah positif yang memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Masih terbuka ruang bagi negosiasi lanjutan, khususnya dalam sektor militer dan peningkatan nilai ekspor-impor ke depan.***

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================