
BOGORTODAY.COM – Ali bin Abi Thalib RA merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling istimewa dalam sejarah Islam. Ia termasuk golongan Assabiqunal Awwalun—orang-orang pertama yang memeluk Islam sejak masa awal kenabian.
Selain itu, Ali dikenal sebagai khalifah keempat dalam Khulafaur Rasyidin dan menantu langsung dari Rasulullah SAW setelah menikahi putri beliau, Fatimah Az-Zahra RA.
Namun, kehidupan Ali bin Abi Thalib RA berakhir tragis. Ia syahid dalam sebuah serangan keji saat hendak melaksanakan salat Subuh. Lantas, siapakah yang membunuh sosok yang begitu dicintai umat Islam ini?
Nasab dan Kehidupan Awal Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib lahir di Kota Makkah pada 13 Rajab, sekitar 21 tahun sebelum Hijrah, atau tahun ke-32 setelah kelahiran Rasulullah SAW.
Ayahnya adalah Abu Thalib bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW yang terkenal sangat membela dakwah Islam. Ibunya, Fathimah binti Asad, juga berasal dari Bani Hasyim.
Sejak kecil, Ali telah dekat dengan Rasulullah dan menjadi orang pertama dari kalangan anak-anak yang menerima Islam.
Fitnah dan Gejolak di Masa Kekhalifahan
Setelah wafatnya Khalifah Utsman bin Affan RA, umat Islam dilanda fitnah besar dan perpecahan. Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah keempat, namun masa pemerintahannya penuh dengan ujian dan pemberontakan.
Sejumlah orang menyebarkan fitnah bahwa Mu’awiyah bin Abu Sufyan lebih layak menjadi khalifah. Di antara mereka adalah Abdurrahman Amru alias Ibnu Muljam, Alburak bin Abdullah At-Tamimi, dan Amru bin Bakar At-Tamimi. Ketiganya menyusun rencana pembunuhan terhadap para pemimpin umat saat itu, termasuk Ali bin Abi Thalib.
Serangan Pedang Beracun di Waktu Subuh
Ibnu Muljam akhirnya berangkat ke Kufah dengan membawa sebilah pedang yang telah dilumuri racun mematikan. Ia menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.
Pada Jumat, 17 Ramadhan 40 Hijriah, saat Ali hendak pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh, Ibnu Muljam melancarkan serangannya. Muhammad ibn Al-Hanafiyyah, putra Ali, menjadi saksi peristiwa mengerikan itu:
“Tiba-tiba aku melihat kilatan cahaya dan mendengar seseorang berkata, ‘Hukum hanya milik Allah, bukan milikmu, wahai Ali, bukan pula milik sahabat-sahabatmu!’”
Kemudian pedang pertama menghantam kepala Ali, diikuti pedang kedua yang tak kalah mengerikan.
Warga Kufah segera mengepung dan menangkap Ibnu Muljam. Ia dibawa dalam kondisi terborgol untuk dihadapkan kepada Hasan bin Ali.
Dalam suasana duka itu, putri Ali, Ummu Kultsum, berteriak penuh amarah dan kesedihan kepada pelaku:
“Wahai musuh Allah! Ayahku pasti akan baik-baik saja dan Allah akan menghinakanmu!”
Namun Ibnu Muljam justru membalas dengan keji, mengaku bangga karena berhasil menikam Ali dengan pedang mahal dan racun yang mematikan.
Upaya Pengobatan yang Gagal
Ali segera dirawat oleh para tabib terbaik. Salah satunya adalah Atsir ibn ‘Amr Al-Sukuni dari Kirsi. Ia menggunakan teknik medis tradisional, dengan bantuan urat dari paru-paru kambing untuk memeriksa kedalaman luka.
Namun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tebasan pedang telah menembus ke bagian otak. Atsir pun menyimpulkan bahwa nyawa Ali bin Abi Thalib tidak dapat diselamatkan.
Wafatnya Sang Pemimpin Adil
Ali bin Abi Thalib akhirnya wafat sebagai syahid pada usia sekitar 63 tahun, tepatnya 17 Ramadhan tahun 40 Hijriah.
Beliau dimakamkan secara sembunyi-sembunyi demi mencegah fitnah lebih lanjut. Makamnya diyakini berada di Najaf, Irak, meski lokasi pastinya tetap menjadi misteri hingga kini.
Ali meninggalkan warisan luar biasa: 33 anak, terdiri dari 15 laki-laki dan 18 perempuan. Di antara mereka, Hasan dan Husein RA dikenal sebagai pemuda penghulu surga.
Wafatnya Ali bin Abi Thalib RA merupakan tragedi besar dalam sejarah Islam. Namun lebih dari itu, hidup dan perjuangannya menjadi pelajaran penting tentang keimanan, keberanian, keadilan, dan kesetiaan terhadap ajaran Rasulullah SAW.
Ia adalah simbol kepemimpinan yang jujur di tengah badai fitnah, dan sampai hari ini tetap menjadi sosok teladan bagi seluruh umat Islam.
Semoga Allah SWT senantiasa merahmati dan menempatkan Ali bin Abi Thalib RA di tempat terbaik di sisi-Nya.***
Sumber: detikcom
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















