Gunung Pelangi Peru: Pesona Langka yang Sempat Tertutup oleh Overtourism dan Konflik

BOGORTODAY.COM Gunung Pelangi atau Vinicunca, yang menjulang setinggi 5.200 meter di atas permukaan laut, adalah salah satu lanskap paling ikonik dan memukau di dunia.

Terletak di kawasan Andes Peru, tepatnya di wilayah Cusco, gunung ini terkenal karena warnanya yang unik akibat kandungan berbagai mineral alami—merah, kuning, hijau, dan ungu tampak membentuk garis-garis yang menyerupai pelangi di permukaan batuannya.

Namun, di balik pesonanya yang menghipnotis, Gunung Pelangi juga menyimpan kisah tentang bahaya overtourism, konflik antarwarga lokal, hingga jatuhnya korban jiwa. Selama periode 2020 hingga 2023, pendakian ke Vinicunca ditutup sepenuhnya.

Kini, setelah melalui penataan ulang, pendakian kembali dibuka, meski dengan catatan penting yang wajib diketahui oleh para wisatawan.

Mengapa Pendakian Gunung Pelangi Pernah Ditutup?

  1. Ledakan Viral & Overtourism

Sejak viral di media sosial, Gunung Pelangi kebanjiran ribuan turis setiap hari. Area yang tadinya alami mulai dibuka paksa menjadi lahan parkir, jalur baru dibangun sembarangan, dan layanan wisata dipaksakan meski kualitasnya menurun. Alam pun mulai rusak.

  1. Ribuan Turis Setiap Hari

Setiap harinya, lebih dari 1.000 orang mendaki ke Gunung Pelangi. Jalur yang sebelumnya sepi menjadi penuh sesak hanya untuk swafoto. Jalur Inca yang dilewati pun mengalami erosi parah, terlebih saat musim hujan tiba.

  1. Masalah Kesehatan Turis
BACA JUGA :  ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Momentum Hari Lahir Pancasila Perkuat Peran Desa

Banyak turis datang tanpa persiapan fisik yang memadai. Altitude sickness atau penyakit ketinggian kerap menyerang wisatawan yang tidak terbiasa dengan dataran tinggi. Gunung Pelangi memang tidak ramah untuk semua orang.

  1. Korban Jiwa

Beberapa kasus tragis terjadi:

  • Februari 2020: Turis Peru (51 tahun) meninggal di tempat.
  • Desember 2019: Dua turis Meksiko tersambar petir.
  • Juni 2018: Turis AS (70 tahun) meninggal akibat serangan jantung.
  • Agustus 2016: Turis Prancis (50 tahun) jatuh berulang kali hingga tewas.
  1. Konflik Antar Komunitas

Pada 2019, dua komunitas lokal berebut hak jalur pendakian. Salah satu kelompok membangun jalur alternatif yang lebih pendek.

Persaingan tersebut memicu konflik berdarah hingga menewaskan satu orang. Pemerintah turun tangan, namun banyak pihak yang melanggar aturan demi keuntungan ekonomi.

Pendakian Dibuka Kembali: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Mulai 2024, Vinicunca kembali dibuka untuk umum, dengan berbagai regulasi dan tips yang harus dipatuhi agar wisata tetap aman dan berkelanjutan.

Tips Sebelum Mendaki Gunung Pelangi

  1. Aklimatisasi minimal 1 hari di Cusco sebelum mendaki.
  2. Pastikan kondisi fisik fit dan sering olahraga.
  3. Hindari alkohol dan perbanyak minum air putih.
  4. Lakukan pemanasan ringan setibanya di area pendakian.
  5. Pelajari teknik pernapasan yang baik di dataran tinggi.
  6. Hindari jam-jam ramai untuk menghindari desakan.
  7. Gunakan agen travel & guide berpengalaman.
  8. Wajib memiliki asuransi perjalanan dan kesehatan.
  9. Bawa obat pribadi dan peralatan mendaki standar (jaket tebal, kacamata UV, sunblock, dan sepatu anti-selip).
  10. Tarif masuk:
  • Turis asing: 30 PEN (sekitar Rp138 ribu)
  • Warga lokal: 20 PEN (sekitar Rp92 ribu)
BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

Wisata dengan Bijak dan Bertanggung Jawab

Gunung Pelangi bukan hanya destinasi yang menawan secara visual, tapi juga menuntut kesadaran, kesiapan fisik, dan etika wisata yang tinggi. Tak semua orang cocok untuk mendaki gunung dengan ketinggian ekstrem ini.

Jika kamu merasa belum cukup kuat atau siap, pertimbangkan untuk menjelajah destinasi lain di Cusco yang tak kalah memukau, seperti Lembah Suci, Machu Picchu, atau Danau Humantay. Ingat, keselamatan dan kelestarian alam harus menjadi prioritas utama dalam setiap petualangan.***

Sumber: detikcom

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================