
Jadi jika pendidikan masih berkutat pada masalah tawuran, kecurangan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pelecehan sexual di sekolah, nyontek saat ujian, murid atau orang tua yang mempidanakan guru. Itu semua artinya pendidikan belum memanusiakan manusia.
Karena tawuran itu adalah adalah tindakan kekerasan dan tidak memanusiakan manusia, justru tawuran adalah tindakan yang keji, biadab dan tidak punya rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia.
Bukankah seharusnya manusia itu saling menyayangi dan bekerja sama dalam hidup ini, sebagai makhluk sosial.
Juga perilaku kecurangan saat SPMB, korupsi BOS, pelecehan sexual di sekolah, nyontek saat ujian, murid atau orang tua yang mempidanakan guru adalah perbuatan yang tidak memanusiakan manusia.
Maka mulai dari sekarang dalam dunia pendidikan juga dalam kehidupan sehari-hari, kita harus memanusiakan manusia, agar tercipta SDM yang mempunyai potensi manusia secara menyeluruh, bukan hanya aspek kognitif, tetapi juga aspek emosional, sosial, spiritual dan punya keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, serta negara. Jayalah Indonesiaku.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















