PENDIDIKAN ITU MEMANUSIAKAN MANUSIA

Pendidikan
Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan) 

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

MENURUT UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara

Sedangkan pengertian pendidikan yang “memanusiakan manusia” adalah proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi manusia secara menyeluruh, bukan hanya aspek kognitif, tetapi juga aspek emosional, sosial, dan spiritual.

Pendidikan ini menekankan pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, seperti empati, toleransi, dan rasa tanggung jawab, sehingga individu dapat hidup sesuai dengan martabat kemanusiaannya.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

Nah masalahnya bro, sekarang pendidikan sudah berubah tujuannya serta orientasinya menjadi ladang bisnis, ladang politik, ladang proyek, ladang konten dan ladang-ladang yang lain.

Ya sekali lagi, harusnya pendidikan itu memanusiakan manusia, bukan malah mengkerdilkan dan merendahkan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jadi jika pendidikan masih berkutat pada masalah tawuran, kecurangan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pelecehan sexual di sekolah, nyontek saat ujian, murid atau orang tua yang mempidanakan guru. Itu semua artinya pendidikan belum memanusiakan manusia.

Karena tawuran itu adalah adalah tindakan kekerasan dan tidak memanusiakan manusia, justru tawuran adalah tindakan yang keji, biadab dan tidak punya rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Bukankah seharusnya  manusia itu saling menyayangi dan bekerja sama dalam hidup ini, sebagai makhluk sosial.

Juga perilaku kecurangan saat SPMB, korupsi BOS, pelecehan sexual di sekolah, nyontek saat ujian, murid atau orang tua yang mempidanakan guru adalah perbuatan yang tidak memanusiakan manusia.

Maka mulai dari sekarang dalam dunia pendidikan juga dalam kehidupan sehari-hari, kita harus memanusiakan manusia, agar tercipta SDM yang mempunyai potensi manusia secara menyeluruh, bukan hanya aspek kognitif, tetapi juga aspek emosional, sosial,  spiritual dan  punya  keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, serta negara. Jayalah Indonesiaku.***

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================