Perpusda Kota Bogor Gelar Pendidikan Pemustaka, Dorong Budaya Baca Beretika di Kalangan Muda

BOGORTODAY.COM – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Bogor menggelar Program Pendidikan Pemustaka yang berfokus pada pembentukan budaya baca yang etis dan bertanggung jawab. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat No. 21, Kecamatan Bogor Tengah, pada Rabu (24/7/2025).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Perpustakaan Kota Bogor, Risna Widiastuti. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran pustakawan sebagai ujung tombak literasi di masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Kami menggandeng adik-adik dari Universitas Indonesia agar pesan literasi dan etika membaca bisa lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda,” ujar Risna.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Dua mahasiswa dari Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia, Dea Renata dan Aqila Shaliha, hadir sebagai pemateri. Keduanya memberikan pemaparan interaktif seputar hak dan kewajiban pemustaka, etika menggunakan fasilitas perpustakaan bersama, hingga pentingnya menjaga koleksi sebagai aset bersama.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai sekolah dan instansi di Kota Bogor, termasuk para pustakawan dari SMAIT Bina Bangsa Sejahtera (BBS). Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi berlangsung.

Inovasi Layanan: Spot Baca dan Akses Lebih Luas

Tak hanya fokus pada edukasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan inovasi layanan terbaru Perpusda. Edy Suryanto, pustakawan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, memaparkan keberadaan enam titik Spot Baca yang telah ditempatkan di ruang publik strategis seperti Alun-Alun dan Taman Sempur.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

“Tujuan layanan ini adalah memudahkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan, sehingga budaya literasi bisa tumbuh di mana saja, tidak terbatas hanya di gedung perpustakaan,” jelas Edy.

Perpustakaan Daerah Kota Bogor sendiri telah berdiri sejak 1980 dan terus berbenah dengan menghadirkan berbagai program seperti perawatan buku dan layanan perbaikan arsip untuk menjaga kualitas koleksi.

Melalui program ini, diharapkan para pustakawan yang hadir dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh ke lingkungannya masing-masing, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan beretika.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================