
Kandungan ini berpotensi mengurangi risiko leukemia (kanker darah) dengan menekan aktivitas apoptosis yang memicu pertumbuhan sel kanker.
- Menambah Energi
Durian diketahui mengandung karbohidrat seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Studi dalam Journal of the American Nutrition Association menyebutkan karbohidrat ini mampu memberikan energi secara cepat, terutama setelah diserap oleh tubuh melalui bantuan hormon insulin. Durian juga tinggi serat yang membantu pencernaan.
- Membantu Pengobatan PCOS
Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, disebut bisa dikurangi gejalanya dengan konsumsi durian.
Durian mengandung fitoestrogen, senyawa alami yang mirip estrogen dan diyakini dapat membantu mengatur hormon wanita. Hal ini disebut dalam Journal of Integrative Medicine.
- Mendetoks Tubuh
Durian mengandung antioksidan kuat seperti glutathione, asam kafeat, quercetin, dan karotenoid. Antioksidan ini berperan penting dalam melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas serta membantu proses detoksifikasi tubuh.
- Meningkatkan Suasana Hati
Aroma durian yang khas diketahui dapat memengaruhi sistem limbik di otak, yaitu pusat pengatur emosi dan memori.
Respons emosional yang ditimbulkan dari aroma ini dapat membantu menurunkan stres dan menciptakan rasa bahagia.
Meskipun demikian, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsi durian dilakukan secara bijak, terutama bagi penderita kondisi tertentu seperti hipertensi dan diabetes.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













