
BOGORTODAY.COM – Fenomena panas ekstrem yang terjadi belakangan ini di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat ternyata disebabkan oleh masa transisi musim. Meski masih berstatus musim hujan, suhu udara di wilayah tersebut terasa sangat menyengat, terutama sejak pagi hingga siang hari.
“Masih musim hujan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kabupaten Bogor, Hadi Saputra, saat dikonfirmasi, Selasa (30/7/2025).
Hadi menjelaskan bahwa panas yang dirasakan warga merupakan ciri khas masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau. Fenomena ini kerap ditandai dengan cuaca panas pada pagi hingga siang hari, lalu hujan lebat berdurasi singkat di sore hari.
“Proses transisi ke kemarau biasanya pagi sampai siang panas menyengat, sore turun hujan lebat dalam waktu singkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini baru 14 wilayah di Provinsi Jawa Barat yang secara resmi telah memasuki musim kemarau.
“Kabupaten/Kota Bekasi, Karawang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Bandung, Cimahi, Subang bagian utara, Ciamis bagian utara, sebagian Garut, sebagian kecil Purwakarta, Sumedang, dan Tasikmalaya,” sebut Hadi.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi perubahan cuaca ekstrem, khususnya ketika langit mulai gelap dan terdengar suara petir pada sore hari.
“Hati-hati ketika sudah terlihat awan kehitaman dan terdengar suara petir, itu awan CB (Cumulonimbus) sudah fase matang. Jangan berteduh di bawah pohon, saung, atau papan reklame, karena itu rawan terkena sambaran petir atau angin kencang,” pungkasnya.
Reporter : Rifki Ramadhan
Bagi HalamanWartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















