
Disamping perlu dilakukan akselerasi, penangan longsor dengan perbaikan tebingan perlu juga diantisipasi, untuk mengurangi potensi bencana ke depan.
Dedie A. Rachim bersama PUPR, Disperumkim juga sudah melihat langsung spot-spot yang menjadi perhatian.
Selanjutnya, Pemkot akan bersurat kepada BTP Kelas 1 Bandung untuk memperhatikan jumlah pekerja dan memperhatikan alat pelindung diri (APD) yang harus digunakan saat memperbaiki longsor.
Saat ini, di samping perbaikan terus dilakukan oleh pihak BTP Kelas 1 Bandung, Pemkot Bogor melalui PUPR juga secara simultan mulai melakukan tahapan atau proses membuat jalan untuk akses roda dua.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan upaya pembangunan jalan setelah mendapat informasi dari BTP Kelas I Bandung terkait perbaikan longsor.
“Kemarin sudah mendapat surat dari Balai Perkeretaapian menyampaikan bahwa kondisi sudah aman tapi kalau kalau dilihat dari kondisi ini kita lihat sama-sama juga kita masih deg-degan, sambil kita berupaya meminimalkan terkait dengan kejadian. Tapi yang jelas, kita ingin menindaklanjuti surat tersebut bahwa posisi TPT aman, akses kendaraan bisa mulai dibuat,” ujarnya.
Nantinya, akses jalan sementara yang akan dibangun ini sepanjang 103 meter dengan lebar seluas 1,5 meter yang bisa dilewati oleh satu lajur untuk kendaraan roda dua secara bergantian.
“Target penyelesaian jalannya sambil menunggu keamanan yang masih dikerjakan oleh BTP, kita targetkan Agustus tapi kita bisa cepat kalau mereka (BTP) mengerjakannya lebih cepat, matang dan lebih aman lagi,” katanya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















