PPATK Bantah Rekening Bank Nganggur 3 Bulan Langsung Diblokir

BOGORTODAY.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantah adanya aturan bahwa rekening bank yang tidak aktif atau nganggur (dormant) selama tiga bulan otomatis diblokir.

Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK, M Natsir Kongah, menjelaskan bahwa jangka waktu tiga bulan hanya berlaku bagi rekening yang tergolong sangat berisiko, seperti yang digunakan untuk aktivitas judi online.

“Tidak ada kriteria tiga bulan untuk semua rekening. Tiga bulan itu adalah jangka waktu apabila nasabah masuk kategori sangat berisiko, contohnya buka rekening untuk judi online lalu tidak digunakan lagi setelah dilakukan pengkinian data oleh bank,” ujar Natsir.

BACA JUGA :  Bernard Siap Bawa HIPMI Kabupaten Bogor Dukung Ketahanan Pangan

Ia menambahkan bahwa definisi rekening dormant berbeda-beda tergantung kebijakan internal dan profil risiko yang ditetapkan masing-masing bank.

Sejauh ini, PPATK mencatat telah membekukan lebih dari 31 juta rekening dormant yang tidak digunakan selama lebih dari lima tahun, dengan nilai dana yang tersimpan mencapai lebih dari Rp6 triliun.

“Jumlah rekening terbanyak yang dormant adalah dalam periode lima tahun atau lebih,” jelas Natsir.

BACA JUGA :  PERAN AKIDAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM

Meski begitu, Natsir mengaku tidak memiliki data pasti mengenai jumlah rekening dormant di bawah lima tahun yang telah diblokir.

PPATK menyatakan bahwa rekening dormant rawan disalahgunakan untuk aktivitas kriminal, seperti penampungan dana hasil tindak pidana, jual beli rekening, peretasan, hingga transaksi narkoba dan korupsi.

Kendati demikian, PPATK memastikan bahwa dana nasabah tetap aman meski rekening diblokir. Nasabah dapat mengajukan keberatan atau klarifikasi melalui formulir yang tersedia di bit.ly/FormHensem.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================