
Namun, sejarawan Indonesia Slamet Muljana memiliki pandangan berbeda. Ia mengutip Prasasti Kayumwungan yang menyebut bahwa Samaratungga hanya memiliki satu anak, yakni Pramodhawardhani.
Berdasarkan data ini, ia menyimpulkan bahwa Balaputradewa bukan saudara kandung, melainkan paman dari Pramodhawardhani—adik Samaratungga yang berasal dari Sriwijaya.
Situs benteng dari timbunan batu yang disebut dalam prasasti dan dipercaya sebagai tempat persembunyian musuh Rakai Pikatan diidentifikasi sebagai kompleks Ratu Baka.
Namun, temuan prasasti di kawasan tersebut oleh arkeolog Boechari menunjukkan nama Rakai Walaing Mpu Kumbhayoni, yang mengklaim sebagai keturunan Sanjaya, bukan Sailendra. Hal ini semakin memperumit upaya pelacakan sejarah konflik internal di Mataram Kuno.
Terlepas dari berbagai perdebatan sejarah, Pramodhawardhani tetap dikenang sebagai tokoh penting yang memegang kekuasaan tertinggi sebagai perempuan di Kerajaan Mataram Kuno. Kepemimpinannya bersama Rakai Pikatan menjadi simbol stabilitas politik Dinasti Sailendra.
Jejak historis Pramodhawardhani masih dapat ditemukan melalui peninggalan prasasti dan bangunan suci seperti Candi Kalasan dan Candi Plaosan, serta Prasasti Kayumwungan yang menjadi sumber utama informasi mengenai kiprahnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















