
Ia menjelaskan, kebutuhan fasilitas pendidikan masih menjadi persoalan di berbagai sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Bogor. Namun, penyaluran bantuan disesuaikan dengan kondisi anggaran dan skala prioritas.
“Kami juga harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran, sehingga harus benar-benar melihat skala prioritas,” katanya.
Informasi mengenai siswa yang belajar di lantai ini sebelumnya beredar di media sosial sejak 2024. Fasilitas baru mulai didistribusikan pada 2025.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














