Penyebab Pesawat Latih TNI AU Jatuh, Investigasi Berlangsung hingga Enam Bulan

Pesawat Jatuh
Proses evakuasi bangkai pesawat latih yang jatuh di Kawasan TPU Astana Anyar, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (3/8/2025). (Foto: Aditya/Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pratama I Nyoman Suadnyana menyampaikan, penyebab terjatuhnya pesawat latih GT500 di Ciampea, Kabupaten Bogor, yang menewaskan Marsekal Pertama (Marsma) Fajar Adriyanto, masih dalam penyelidikan.

“Semua kejadian tersebut, apa penyebabnya saat ini masih diinvestigasi,” kata Suadnyana dikutip Kompas.com, di rumah duka Kompleks TNI AU Triloka, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8/2025).

Suadnyana tidak dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan pihaknya untuk mengungkapkan penyebab kecelakaan tersebut. Menurutnya, proses investigasi diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

“Belum bisa dipastikan karena semua masih didalami, dan investigasi kadang ada sebulan dua bulan enam bulan, tergantung. Semua tim yang kerjakan,” jelas dia.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa pesawat yang dikemudikan Marsma Fajar dan kopilot bernama Roni, yakni Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) layak terbang dan memiliki surat izin terbang (SIT) yang terdaftar dalam nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

“Penerbangan telah dilengkapi surat izin terbang. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu,” kata dia.

Sementara sang Kopilot Roni saat ini sudah sadar dan masih menerima perawatan medis di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Hassan Toto.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================