
“Ini bukan hanya soal mengikuti aturan baru, tapi tentang memberikan bekal terbaik bagi siswa kami agar siap menghadapi dunia yang serba digital. Kami ingin mereka jadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton,” ujar Kepala Sekolah SMAIT BBS, Marius Suliarso mengatakan.
”Mata pelajaran KKA di SMAIT BBS tidak hanya mengajarkan coding atau bahasa pemrograman, tetapi juga mengajak siswa memahami konsep kecerdasan artifisial, machine learning, etika teknologi, keamanan data, hingga pengenalan Large Language Model (LLM) yang kini digunakan secara luas dalam berbagai industri,” kata Humas SMAIT BBS Happy Yoga Purnama menambahkan.
Langkah cepat SMAIT BBS ini disambut antusias oleh orang tua dan peserta didik. Banyak yang mengapresiasi sekolah karena berani maju lebih dahulu dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kehadiran mapel KKA juga menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang mencari sekolah berbasis nilai Islam dengan pendekatan pendidikan modern.
Sementara, Pemerhati dan Aktivis Pendidikan Heru B Setyawan menuturkan, salah satu ciri sekolah maju adalah yang dapat melakukan transformasi pendidikan bukan hanya tentang teknologi, tapi juga tentang keberanian untuk berubah, komitmen untuk terus belajar, dan kepedulian terhadap masa depan bangsanya. “Itu sudah dilakukan oleh SMAIT BBS,” ujar Pahe begitu beliau biasa dipanggil.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















