
Ia juga menjadi sorotan setelah terlibat dalam proyek AI besar bernama Stargate dan akuisisi Paramount oleh Skydance.
- Mark Zuckerberg
Kekayaan: US$266,7 miliar (Rp4.372,35 triliun)
Zuckerberg menikmati lonjakan nilai saham Meta setelah laporan keuangan yang jauh melampaui ekspektasi. Ia menguasai sekitar 13% saham Meta yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
- Jeff Bezos
Kekayaan: US$246,4 miliar (Rp4.039,23 triliun)
Didorong kenaikan saham Amazon, Bezos menambah kekayaannya sebesar US$13 miliar. Ia juga tetap aktif dalam proyek luar angkasa Blue Origin dan investasi melalui Bezos Expeditions.
- Larry Page
Kekayaan: US$158 miliar (Rp2.589,24 triliun)
Kekayaan Page terdongkrak oleh naiknya saham Alphabet hampir 9% selama Juli. Ia tetap memegang peran penting di perusahaan dan berinvestasi di berbagai proyek teknologi masa depan.
- Jensen Huang
Kekayaan: US$154,8 miliar (Rp2.536,80 triliun)
Kejutan terbesar bulan ini datang dari Huang, CEO Nvidia, yang naik 4 peringkat. Saham Nvidia melonjak 14% seiring permintaan tinggi chip AI, menambah US$17 miliar ke kekayaannya.
- Sergey Brin
Kekayaan: US$150,8 miliar (Rp2.471,29 triliun)
Sama seperti Larry Page, Brin menikmati pertumbuhan saham Alphabet dan kembali aktif dalam proyek AI seperti Gemini.
- Steve Ballmer
Kekayaan: US$148,7 miliar (Rp2.436,88 triliun)
Ballmer, mantan CEO Microsoft, menambah US$7,5 miliar berkat kenaikan saham Microsoft. Ia juga aktif di dunia olahraga sebagai pemilik LA Clippers.
- Warren Buffett
Kekayaan: US$143,4 miliar (Rp2.350,32 triliun)
Buffett mengalami penurunan kekayaan sekitar US$2,2 miliar akibat fluktuasi saham Berkshire Hathaway. Ia telah mengumumkan rencana pensiun sebagai CEO pada akhir 2025.
- Bernard Arnault
Kekayaan: US$142,9 miliar (Rp2.341,70 triliun)
Arnault, bos LVMH, masih bertahan di daftar 10 besar meski turun ke peringkat 10. Kenaikan saham LVMH sebesar 6% memberi tambahan kekayaan US$4,5 miliar.
Tren Kekayaan Dunia Dipimpin Teknologi dan AI
Peningkatan kekayaan para miliarder ini tak lepas dari tren pertumbuhan pesat sektor teknologi, khususnya AI dan cloud computing.
Saham perusahaan seperti Nvidia, Meta, Alphabet, dan Oracle menjadi penopang utama kekayaan mereka.
Sementara sektor tradisional seperti retail atau barang mewah seperti yang digeluti Bernard Arnault cenderung stagnan.
Dengan kondisi pasar yang terus berkembang dan dominasi teknologi yang belum menunjukkan tanda melambat, bisa dipastikan daftar ini akan terus berubah dalam waktu dekat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















